Tour Jihad Surabaya-Jakarta tersebut, kata Gus Aam memang bukanlah bagian dari pergerakan yang dikoordinir pihaknya. Ia menyebut hal itu juga diluar dari kewenangannya.
Gus Aam mengatakan, Roni semestinya tak mengemas rencana keberangkatan itu dengan kata-kata 'jihad'. Sebab menurutnya sebagaian besar masyarakat masih belum paham apa makna kata tersebut. Ia pun berpendapat sudah selayaknya layanan Tour Jihad itu dibatalkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Gus Aam mempertanyakan kenapa Roni tak memilih diksi yang tepat dan lebih santun untuk mengemas acaranya, ketimbang menggunakan kata jihad. Misalnya dengan kata wisata demokrasi, wisata konstitusi, atau wisata kedaulatan rakyat.
Lebih lanjut, Gus Aam mengklaim ada sejumlah ribuan orang dari Jatim yang sudah bergerak menuju Jakarta sejak Sabtu (18/5) malam. Massa berangkat bersama dengan membentuk rombongan-rombongan kecil, menggunakan berbagai moda transportasi.
"Mulai kemarin sudah ada yang berangkat, ada yang naik kereta, dengan bus, ada yang naik pesawat, ada yang naik mobil sendiri, dari semua daerah di Jatim, mulai dari Banyuwangi sampai Ponorogo. Kemudian meeraka berangkat juga karena merasa terpanggil untuk hadir di Jakarta," kata Gus Aam, yang juga Ketua Umum Barisan Kiai dan Santri Nahdliyin (BKSN) itu.
"Target 10 ribu dibagi menjadi 4 keberangkatan. Sekarang yang berangkat sekitar 2.500 massa. Mereka berangkat dengan niat sendiri, sukarela, dan biaya sendiri," kata dia.
Sementara itu, semalam, di sejumlah titik pemberangkatan, polisi telah melakukan pengecekan dan razia dan sweeping pergerakan massa ke Jakarta.
Beberapa titik yang di antaranya menjadi tempat pengecekan polisi dan petugas gabungan adalah Jembatan Nasional Suramadu, Terminal Purabaya, dan Bandara Juanda.
Gus Aam pun menyikapi santai razia polisi tersebut. Ia mengatakan sikap aparat keamanan itu adalah hal yang wajar. Pihaknya pun bertekad akan tetap berangkat.
Bagi Gus Aam, pemeriksaan oleh pihak kepolisian juga sudah pernah terjadi pada saat aksi 212, 414 dan aksi-aksi serupa sebelumnya. Ia pun yakin polisi tak akan melakukan pencegatan hingga penghadangan massa. (sur/sur)