Polisi Sebut Sterilisasi Jalan Depan KPU untuk Pengamanan

CNN Indonesia | Senin, 20/05/2019 21:23 WIB
Polisi Sebut Sterilisasi Jalan Depan KPU untuk Pengamanan Jalan Imam Bonjol sudah mulai dilakukan strerilisasi jelang pengumuman rekapitulasi surat suara di gedung KPU Pusat, Jakarta, Senin 20 Mei 2019. (CNN Indonesia/ Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Metro Jakarta Pusat, Komisaris Besar Harry Kurniawan menyebut sterilisasi di sekitar gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) merupakan bagian dari teknis pengamanan. Harry mengklaim tak ada agenda khusus sehingga pengamanan KPU terpantau diperketat.

"Teknis saja untuk pengamanan di lapangan," kata Harry kepada CNNIndonesia.com saat dihubungi, Senin (20/5) malam.

Seperti diketahui, sejumlah personel kepolisian, dilengkapi senjata laras panjang melakukan penutupan sepanjang Jalan Imam Bonjol, Menteng, tepat di depan gedung KPU.


Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, kepolisian mulai menutup jalan sekitar pukul 19.30 WIB. Lalu aparat keamanan meminta warga yang tak berkepentingan untuk meninggalkan area.


Tak hanya itu, polisi juga meminta para pedagang di sekitar KPU untuk berpindah tempat. Alasannya Jalan Imam Bonjol steril.

Selain itu, pagar kawat berduri terpasang di ruas Jalan Diponegoro menuju Bundaran HI. Aparat Brimob dilengkapi senjata laras panjang dan anjing pelacak disiagakan di depan Kantor KPU.

Kemudian, pihak keamanan membatasi orang yang bisa masuk ke Kantor KPU. Terlihat hanya pegawai KPU, aparat kepolisian, TNI, dan awak media yang berada di dalam.

Dari dalam gedung KPU, diketahui proses rekapitulasi masih berlangsung untuk dua provinsi tersisa: Maluku dan Papua. Komisioner KPU Ilham Saputra menyebut pihaknya berharap rekapitulasi menyeluruh 34 provinsi selesai malam ini.

"Aamiin," ucap Ilham singkat di grup wartawan KPU, Senin (20/5), saat ditanya kemungkinan penuntasan rekapitulasi malam ini.

Sterilisasi Jalan Imam Bonjol Isyaratkan Pengamanan KPUKomisioner KPU Ilham Saputra. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)


Pernyataan Ilham menguatkan sinyal yang sebelumnya disampaikan Ketua KPU Arief Budiman. Sebelumnya Arief juga membuka kemungkinan untuk menyelesaikan rekapitulasi suara dan menetapkan hasil Pemilu 2019 sebelum 22 Mei 2019.

"Tidak harus tanggal 22 Mei, tapi sampai dengan hari ini kan kita masih mendesain hingga tanggal 22 Mei karena belum bisa pastikan perkembangan rekapitulasi nanti seperti apa, kemudian kita menetapkannya selesai jam berapa," kata Arief kepada wartawan di Kantor KPU.

Dari sejumlah rekapitulasi yang sudah berjalan dan ditetapkan, Paslon 01 Jokowi-Ma'ruf menang di 19 provinsi, sedangkan Paslon 02 Prabowo-Subianto menang di 13 provinsi. Jokowi-Ma'ruf masih memiliki keunggulan suara dengan raihan sekitar 55 persen.

(dis/ain)