Jokowi: Kita Ingin Tetap Bersahabat dengan Prabowo dan Sandi

CNN Indonesia | Selasa, 21/05/2019 13:54 WIB
Jokowi: Kita Ingin Tetap Bersahabat dengan Prabowo dan Sandi Paslon 01 Jokowi-Ma'ruf Amin. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon presiden Joko Widodo menyebut belum melakukan komunikasi dengan Prabowo Subianto usai pengumuman hasil rekapitulasi Pilpres 2019 oleh KPU. Namun, Jokowi menyatakan tetap ingin melanjutkan persahabatan dengan Prabowo, Sandiaga Uno beserta para pendukungnya.

"Rencananya kan sejak awal, sejak tanggal 17 April sudah ada. Tapi memang belum ketemu, mungkin belum ketemu waktunya. Tapi yang jelas kita ingin bersahabat dengan Pak Prabowo, Pak Sandi, dan seluruh pendukung yang ada," ujar Jokowi di Kampung Deret, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (21/5).

Jokowi menambahkan semua pihak harus menerima hasil Pemilu 2019, karena itu merupakan bentuk penghargaan terhadap kedaulatan rakyat yang sesungguhnya. Selain itu, sikap menerima juga menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi.


"Itu adalah sebuah kedaulatan rakyat dalam bentuk Pemilu 17 April yang lalu. Kehendak rakyat yang sudah dilaksanakan itu marilah kita hargai. Itu yang namanya dewasa dalam berdemokrasi, dewasa dalam melaksanakan pemilu," ucapnya.

Jokowi pun menghargai sikap Prabowo-Sandi yang berencana menempuh jalur Mahkamah Konstitusi (MK) untuk merespons hasil Pilpres 2019. Sebab gugatan itu sudah sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku.

"Saya kira saya sangat menghargai apabila Pak Prabowo dan Pak Sandi ke MK. Itu memang proses sesuai konstitusi dan undang-undang, sangat menghargai," ucap dia.

Diketahui KPU mengumumkan pasangan Jokowi-Ma'ruf sebagai pemenang Pilpres 2019. Paslon 01 meraih 85.607.362 suara atau 55,50 persen dari total suara sah 154.257.601 suara.

Sedangkan paslon 02 Prabowo-Sandi meraup 68.650.239 suara atau 44,50 persen dari total suara sah. Hasil itu berdasarkan Rapat Pleno Rekapitulasi Nasional Penghitungan Suara Pemilu 2019.

Usai pengumuman hasil rekapitulasi, KPU akan menetapkan pasangan calon presiden dan wakil presiden terpilih paling lambat tanggal 24 Mei jika tidak ada gugatan ke MK.

[Gambas:Video CNN] (ryn/osc)