Risma Minta Sekolah-sekolah Surabaya Diliburkan pada 22 Mei

CNN Indonesia | Selasa, 21/05/2019 20:00 WIB
Risma Minta Sekolah-sekolah Surabaya Diliburkan pada 22 Mei Ilustrasi murid sekolah dasar. (CNN Indonesia/Djonet Sugiarto)
Surabaya, CNN Indonesia -- Dinas Pendidikan Kota Surabaya meliburkan sekolah dari mulai tingkat TK hingga SMP pada 22 Mei 2019 sesuai arahan dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Perintah meliburkan siswa itu terdapat dalam surat edaran Dinas Pendidikan Kota Surabaya bernomor 421/5908/436.7.1/2019, yang ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Ikhsan.

Saat dikonfirmasi, Kabag Humas Pemkot Surabaya M Fikser pun membenarkan surat edaran tersebut. Ia mengatakan hal itu adalah arahan langsung Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

"Iya benar. Beliau (Risma) minta sekolah itu untuk diliburkan tanggal 22 Mei memang, ini arahan beliau," kata Fikser kepada CNNIndonesia.com, Selasa (21/5).


Fikser mengatakan, alasan pihaknya meliburkan sekolah lantaran adanya evaluasi semester ajaran baru dan pengisian rapor online. Hal itu sebagaimana tercantum dalam edaran. Selain itu, kata dia, ada pula alasan lain yakni terkait memanasnya situasi nasional jelang 22 Mei 2019. Menurut Fikser, hal itu juga didasari adanya kekhawatiran orang tua atau para wali murid setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan hasil rekapitulasi nasional Pemilu 2019.

"Lalu melihat perkembangan 22 Mei, itu di media sosial, yang katanya bisa mengkhawatirkan orang tua wali murid, maka pemerintah kota meliburkan anak-anak," katanya.


Namun, Fikser menegaskan, tak ada ketakutan apapun yang melatarbelakangi munculnya kebijakan tersebut. Ia mengatakan hal itu juga untuk menjaga konsentrasi pihak aparat keamanan untuk menjaga situasi di titik-titik lain.

"Kalau takut tidak, tapi ini hanya kekhawatiran orang tua itu juga harus kami perhatikan, terus juga konsentrasi aparat kepada titik-titik tertentu juga bisa lebih baik. Sehingga mana yang bisa, seperti sekolah yang bisa diliburkan satu hari, sehingga aparat juga bisa fokus oada pengamanan tertentu," ujarnya.

Kendati libur pun, para siswa kata Fikser, tetap mendapatkan tugas tambahan untuk dikerjakan di rumah masing-masing, dengan pemantauan para orang tua.

"Tetapi dari pihak sekolahpun juga memberikan tugas tambahan, tugas pelajaran kepada anak-anak untuk bisa kerjakan di rumah," katanya.

Sementara itu, mengutip dari surat edaran tersebut dikatakan meliburkan itu terkait persiapan evaluasi kegiatan pembelajaran semester II tahun pelajaran 2018/2019.

'Serta dalam rangka pengisian Rapor Online pasca Penilaian Akhir Semester, bersama ini dimohon bantuan saudara untuk menyampaikan kepada orang tua siswa bahwa pada hari Rabu tanggal 22 Mei 2019 siswa belajar di rumah dengan tetap diawasi dan/atau didampingi oleh anggota keluarga masing-masing,' demikian petikan surat itu.

Terpisah, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho malah mengaku belum mengetahui perihal rencana Pemkot Surabaya tersebut.

"Sampai dengan saat ini, tidak ada pemberitahuan dari pemkot untuk meliburkan sekolahnya, justru saya tanya balik dari mana beritanya. Saya cek di pemkot tidak ada," kata Sandi, Selasa.

Ia pun meminta semua pihak untuk tak menghembuskan informasi yang belum tentu kebenarannya, agar tak membuat keresahan di tengah masyarakat.

"Tidak dan jangan dihembuskan isu-isu ataupun kabar-kabar yang akhirnya malah menakutkan anak-anak," ucap Sandi.

Kepolisian, kata Sandi, akan menjamin keamanan wilayahnya dan segala aktivitas masyarakat Surabaya, pada 22 Mei esok. Termasuk pula kegiatan belajar mengajar di sekolah.

"Jadi kegiatan-kegiatan yang berjalan di masyarakat adalah sesuatu yang biasa, justru kita harus proaktif untuk bisa melayani yang terbaik, termasuk juga kegiatan anak sekolah, juga berjalan dengan baik, juga harus kita dukung," ujarnya.

(frd/kid)