Kapolri: Laporan Kapusdokes Enam Orang Meninggal Saat Aksi

CNN Indonesia | Rabu, 22/05/2019 14:47 WIB
Kapolri: Laporan Kapusdokes Enam Orang Meninggal Saat Aksi Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian menyatakan laporan dari Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri ada enam orang yang meninggal dunia saat kerusuhan 22 Mei. Polri akan memastikan penyebab pasti tewasnya enam orang tersebut.

"Laporan dari Kapusdokes Polri ada 6 orang meninggal dunia. Ada yang kena tembak dan kena benda tumpul. Sedang kami pelajari," ujar Tito di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (22/5).

Tito menyatakan kebenaran dan kejelasan soal enam orang tewas itu perlu dilakukan untuk menghindari anggapan bahwa aparat yang melakukannya. Sebab, kata Tito, saat ini ada upaya provokasi menyalahkan aparat keamanan untuk membangun kemarahan publik. Mengingat aparat sendiri menemukan senjata api yang diselundupkan.


"Ini harus klir dimana, jangan sampai ada apriori, karena kita menemukan ini (senpi). Apalagi ada upaya provokasi menyalahkan aparat dan membangun kemarahan publik," ujarnya.

"Karena beberapa hari sebelumnya Polri sudah melakukan penangkapan terhadap sejumlah orang berikut senjata api untuk membuat kerusuhan," kata mantan Kapolda Metro Jaya ini.

Tito menambahkan, salah satu senjata api yang disita adalah laras panjang jenis M4 lengkap dengan peredam. Diduga kuat senjata api buatan Amerika Serikat itu digunakan untuk menciptakan kerusuhan.

"Jadi kami sudah dengar akan ada penembakan pada 22 Mei. Agar seolah-olah yang melakukan dari aparat sehingga timbul kemarahan publik," kata Tito.


[Gambas:Video CNN] (jps/osc)