TKN Berharap Pertemuan JK dan Prabowo Bisa Dinginkan Suasana

CNN Indonesia | Jumat, 24/05/2019 16:26 WIB
TKN Berharap Pertemuan JK dan Prabowo Bisa Dinginkan Suasana Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Johnny G Plate berharap pertemuan JK dan Prabowo bisa mendinginkan suasana pascapengumuman hasil pemilu 2019 oleh KPU. (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, Johnny G Plate membenarkan soal pertemuan yang telah dilakukan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto pada Kamis (23/5) lalu.

Plate pun menyambut baik pertemuan dua elite politik tersebut, dan berharap bisa mendinginkan suhu sosial politik nasional pascapengumuman hasil pemilu oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Ya kita harapkan pertemuan-pertemuan kedua tokoh ini untuk mendinginkan dan menurunkan suhu politik kita yang memanas," kata Johnny kepada CNNIndonesia.com, Jumat (24/5).


Meski begitu, Johnny enggan membeberkan lebih lanjut soal isi pembicaraan dalam pertemuan dilakukan dua tokoh tersebut. Ia hanya mengatakan esensi utama dari pertemuan itu sekadar silaturahmi kedua tokoh.

"Isi pertemuannya itu biarkan miliknya pak Prabowo dan Pak JK saja yang mengetahuinya dulu. Yang diperlukan terjalin silaturahmi antar sesama pemimpin itu yang penting," ujar pria yang juga Sekretaris Jenderal Partai NasDem tersebut.


Di TKN Jokowi-Ma'ruf, JK pun memiliki peran sebagai Ketua Dewan Pengarah.

Plate pun berharap pertemuan JK dan Prabowo itu juga menandakan dua belah pihak tetap berpegang pada proses demokrasi yang berjalan di Indonesia.

Ia mengingatkan bahwa seluruh pihak sudah bersepakat tak menginginkan proses pemilu dan demokratisasi di Indonesia dirusak oleh pihak yang tak bertanggung jawab.

"Pertemuan ini mengingatkan bahwa pemilu kita tak ingin ditumpangi pihak ketiga yg merusak negara dan tak sesuai dengan demokrasi kita," kata Johnny.

Selain itu, Johnny menyatakan pihaknya turut menghormati langkah pasangan Prabowo-Sandiaga yang menggugat hasil Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Ia menyatakan langkah itu absah dan konstitusional ketimbang melalui cara-cara mobilisasi massa yang berisiko terjadi kerusuhan seperti pada 21 hingga 22 Mei lalu di depan Gedung Bawaslu RI dan sekitarnya, Jakarta Pusat.

"Tak ada jalur lain yang tak sejalan dengan mekanisme pemilu, seperti demo-demo itu misalnya itu tak perlu diteruskan, toh demo tak mengubah hasil keputusan KPU," kata Johnny.

Presiden RI Joko Widodo bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla.(CNN Indonesia/Bintoro Agung Sugiharto)


Sementara itu, secara terpisah, Jokowi pun mengonfirmasi perihal pertemuan JK dan Prabowo. Jokowi menyebut pertemuan itu atas inisiatif dirinya dan sang wapres. Namun, Jokowi mengaku belum mengetahui hasil pertemuan JK dengan Prabowo itu. Ia mengatakan belum sempat bertemu dengan mantan ketua umum Partai Golkar itu setelah pertemuan kemarin.

"Nanti kalau Pak Wapres sudah menyampaikan ke saya, baru saya bicara. Harusnya tadi pagi dengan Pak Wapres (bertemu)," ujar Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta Pusat hari ini.

(rzr/kid)