Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida melalui keterangan resminya di Yogyakarta, Minggu, menyebutkan dua guguran lava yang terpantau melalui CCTV pada periode pengamatan pukul 00:00-06:00 WIB itu memiliki jarak luncur 850 meter.
Selain guguran lava, selama periode itu BPPTKG juga merekam tiga gempa guguran dengan amplitudo 5-35 mm dan durasi 33-86 detik dan 1 kali gempa fase banyak dengan amplitudo 10 mm selama 7.8 detik, dan 1 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 4 mm dengan durasi 24 detik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Angin di gunung itu bertiup lemah ke arah barat. Suhu udara 14-20 derajat celsius, kelembaban udara 61-87 persen, dan tekanan udara 627.7-708.7 mmHg, mengutip Antara, Minggu (26/5).
Lihat juga:VIDEO: Sensasi Bermain Pasir di Yogyakarta |
Sehubungan semakin jauhnya jarak luncur awan panas guguran Merapi, BPPTKG mengimbau warga yang tinggal di kawasan alur Kali Gendol meningkatkan kewaspadaan.
Masyarakat juga diminta tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi atau kantor BPPTKG, atau melalui media sosial BPPTKG. (mik)