Kerusuhan 22 Mei, Anies Sebut 58 Orang Masih Dirawat di RS

CNN Indonesia | Minggu, 26/05/2019 19:34 WIB
Kerusuhan 22 Mei, Anies Sebut 58 Orang Masih Dirawat  di RS Gubernur DKI Jakarta, Anies Basweda. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan korban kerusuhan aksi 22 Mei yang dirawat di rumah sakit berangsur-angsur diperbolehkan pulang. Anies menyebut ada 58 orang yang masih dirawat di RS. Sebelumnya ada 905 orang yang harus menjalani perawatan medis setelah kerusuhan 22 Mei.

"Hampir semua sudah pulang, yang masih dirawat sampai kemarin hanya 58 orang," kata Anies di Jakarta, Minggu (26/5).

Puluhan warga itu kini tengah dirawat di lima rumah sakit berbeda. Dia juga menjelaskan bahwa belum ada bantuan resmi yang diberikan untuk para korban.

"Belum ada yang khusus, dari pribadi saja secara, pribadi ada yang memberi. Tapi belum ada yang khusus," ujar dia.
Kerusuhan 22 Mei, Anies Sebut 58 Orang Masih Dirawat Sejumlah relawan membawa korban kericuhan Aksi 22 Mei di RSUD Tarakan, Jakarta Pusat. (ANTARA FOTO/Ari)

Namun, Anies sebelumnya menegaskan biaya kesehatan semua warga yang menjadi korban akan ditanggung oleh Pemprov DKI.


Dinas Kesehatan DKI merilis total ada delapan korban tewas dalam kerusuhan 22 Mei.

Anies menyebut tujuh korban tewas adalah Farhan Syafero (31) asal Depok (Jawa Barat), M Reyhan Fajari (16) asal Jakarta Pusat, Abdul Ajiz (27) asal Pandeglang (Banten), dan Bachtiar Alamsyah asal Batu Ceper.

Kemudian Adam Nooryan (19) asal Tambora (Jakarta Barat), Widianto Rizky Ramadan (17) asal Kemanggisan, Sandro (31) dan satu lagi belum diketahui identitasnya.

Sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan empat dari delapan korban tewas sudah diautopsi di RS Polri. Sementara empat korban lainnya sudah dibawa pulang keluarga karena menolak autopsi.
[Gambas:Video CNN] (ctr/dea)