Kepala Satuan Polisi Pamong Praja DKI Arifin mengatakan miras-miras itu disita petugas dari sejumlah tempat seperti warung jamu dan tempat jualan lain. Paling banyak di Jakarta Timur.
"Beberapa toko maupun warung dan beberapa warung jamu. Itu yang kita lakukan penyitaan. Ada di wilayah Jakarta Timur penduduknya juga paling banyak," kata Arifin di Jakarta, Senin (27/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada beberapa yang tidak ada izin (di diskotek) kita ambil. Tapi kalau ada izin ya enggak," jelas Arifin.
"Ini melibatkan banyak unsur dari masyarakat, tokoh masyarakat yang menyampaikan juga pengaduan dan keluhan itu yang kita respon untuk kemudian kita meninjau ke lokasi, kemudian kita dapatkan, kemudian kita sita," tegas dia.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan ada sejumlah alasan miras ilegal masih banyak beredar di Ibu Kota. Paling utama, kata Anies ialah soal tingginya permintaan miras sehingga peredaran pun masih tinggi.
"Tugas masyarakat, tugas keluarga adalah mengurangi permintaannya. Kita bisa memangkas suplainya. Tapi kalau permintaannya jalan terus, maka sehebat apapun pemangkasan suplai, permintaan itu akan selalu ada," ujar Anies.
Lihat juga:Cerita Para Pencinta Ciu Garis Keras |
"Prinsipnya kalau ada yang ketangkap berarti ada yang lolos dong? Operasi-operasi seperti ini (yang digalakkan). Oleh karena itu, tidak cukup hanya aparat penegak hukum saja, harus bersama dengan masyarakat," tutup Anies.
[Gambas:Video CNN] (ctr/osc)