KPK Intensif Dalami Peran Sofyan Basir di Proyek PLTU Riau-1

CNN Indonesia | Rabu, 29/05/2019 19:45 WIB
KPK Intensif Dalami Peran Sofyan Basir di Proyek PLTU Riau-1 Mantan Dirut PT PLN Persero Sofyan Basir. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa mantan Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir terkait kasus suap proyek PLTU Riau-1, Rabu (29/5).

Dalam pemeriksaan kali ini, KPK mendalami peran Sofyan sejak pembahasan awal hingga dugaan fee yang diterima sejumlah pihak terkait proyek tersebut.

"Kami dalami terkait dugaan peran tersangka, paling utama dalam proses awal ketika proyek PLTU Riau dibahas hingga pertemuan-pertemuan yang dilakukan," ujar juru bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK Jakarta.


Febri menyatakan penyidik KPK secara intensif memeriksa Sofyan sejak ditahan di rutan KPK pada Senin (27/5). Ia memastikan penyidik akan kembali memeriksa Sofyan dan sejumlah pihak lain yang terkait usai cuti lebaran pekan depan.

"Kami memang melakukan pemeriksaan cukup intensif, jadi setelah ditahan besoknya langsung diperiksa dan hari ini juga diperiksa. Termasuk 31 Mei nanti dan kembali memeriksa setelah cuti bersama," katanya.

KPK telah menahan Sofyan terkait kasus suap proyek PLTU Riau-1. Ia ditahan 20 hari pertama di rutan KPK.

Sofyan diduga menerima janji untuk mendapatkan bagian yang sama besar dengan terpidana mantan Sekretaris Jenderal Golkar Idrus Marham dan Wakil Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragih. (psp/wis)