Dia menilai laporan ke Komnas HAM itu agar dapat dilakukan pencarian dan tidak dianggap hanya sebagai informasi bohong atau hoaks.
"Harus laporkan ke Komnas HAM, supaya benar informasinya enggak jadi hoaks," ujarnya kepada wartawan usai diskusi tentang Menguak Dalang Makar 22 Mei di Kantor DPP PSI, Jakarta Pusat, Rabu (29/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini Komnas HAM telah membentuk tim khusus untuk mengusut kerusuhan 22 Mei. Tim ini telah bekerja sejak kerusuhan terjadi pada 21 Mei lalu. Namun tim khusus tersebut bekerja di luar tim investigasi yang juga telah dibentuk pihak kepolisian.
Tim khusus pencari fakta yang dibentuk Komnas HAM sejauh ini mengantongi temuan bahwa korban meninggal akibat peluru tajam dalam aksi 22 Mei mencapai 3-4 orang.
Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara menceritakan bahwa tim mereka sudah berkeliling menemui keluarga dari korban meninggal dan korban luka-luka di RS Tarakan, RS Budi Kemuliaan, RS Polri, dan RS Cipto Mangunkusumo. Hasilnya, korban meninggal korban akibat peluru tajam berkisar 3-4 orang.
"Kami memang menemukan korban yang meninggal karena penggunaan peluru tajam, tiga sampai empat orang," kata Beka saat ditemui di kantor Walhi, Jakarta Selatan, Selasa (28/5).
[Gambas:Video CNN] (gst/pmg)