Wiranto Minta Ryamizard Tak Spekulasi Rencana Pembunuhan

CNN Indonesia | Jumat, 31/05/2019 16:26 WIB
Wiranto Minta Ryamizard Tak Spekulasi Rencana Pembunuhan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto meminta agar Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu tak gampang berspekulasi. Hal ini terkait pernyataan Ryamizard yang tak yakin ada kelompok yang benar-benar ingin membunuh empat pejabat negara saat kerusuhan 21-22 Mei lalu.

Wiranto menegaskan proses hukum soal rencana pembunuhan empat pejabat negara itu sudah berjalan di kepolisian.

"Saya kira begini, ini kan proses hukum sudah jalan, jadi enggak usah kita berspekulasi," kata Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (31/5).


Empat pejabat yang disebut menjadi target pembunuhan yakni Wiranto, Menteri Koordinator Maritim Luhut Binsar Panjaitan, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan dan Staf Khusus Presiden bidang Intelijen Gories Mere.


Lebih lanjut, Wiranto tak keberatan bila tokoh manapun memiliki keinginan untuk merespons isu tersebut. Akan tetapi, ia mengingatkan agar tak mudah berspekulasi.

Ia lantas meminta kepada seluruh masyarakat tetap sabar menunggu proses hukum yang sedang berjalan.

"Tokoh manapun boleh mengatakan ini itu, tapi jangan berspekulasi, karena proses hukum berjalan, kita tunggu saja proses hukum berjalan," kata dia.

Wiranto meyakini hasil penyelidikan dari pihak kepolisian terkait rencana pembunuhan empat pejabat akan diketahui masyarakat dengan jelas bila selesai dilakukan.


Oleh karena itu, ia kembali meminta kepada seluruh masyarakat untuk tak melulu berspekulasi lebih jauh terkait kasus tersebut.

"Nanti kita akan ketahui dari alur analisa hukum, alur BAP, alur pembuktian, nanti akan ketahuan dengan jelas, masyarakat akan tahu, enggak usah kita berspekulasi ini dan itu," kata Wiranto.

"Soal komentar-komentar lain biarin sajalah," ucap dia.

Sebelumnya, Ryamizard tak yakin ada ancaman terhadap empat pejabat negara itu. Ia mengatakan ancaman pembunuhan itu hanya sebatas gertakan semata. Menurut dia, ancaman pembunuhan tersebut juga tak terlepas dari dinamika politik.

"Misalnya kan kita ngomong, nanti gua gebukin lu. Kan belum tentu gebukin. Ya, kita tahulah yang namanya politik kan memang begitu," ujar mantan KSAD itu.


[Gambas:Video CNN] (rzr/pmg)