"Dampak gempa bumi berdasarkan laporan masyarakat menunjukkan bahwa guncangan dirasakan di daerah Padang Panjang, Bukittinggi, dan Pasaman Barat II MMI. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami," jelas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dikutip dari keterangan resmi, Minggu (2/6).
BMKG menjelaskan, dengan memerhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempa bumi ini termasuk dalam klasifikasi gempa bumi dangkal. Gempa terjadi akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia tepatnya di zona Megathrust yang merupakan zona subduksi lempeng yang berada di Samudera Hindia sebelah barat Sumatra.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Pembukaan Gunung Rinjani Masih Perlu Dikaji |
Hasil monitoring BMKG hingga pukul 10.21 WIB belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan. Hingga saat ini juga belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.
"Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," jelas BMKG. (agi)