Jumlah Pemudik Kereta Api Diprediksi Meningkat Dibanding 2018

CNN Indonesia | Senin, 03/06/2019 02:15 WIB
Jumlah Pemudik Kereta Api Diprediksi Meningkat Dibanding 2018 Penumpang kereta di Stasiun Pasar Senen, Jakarta. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jumlah penumpang kereta api yang berangkat dari sejumlah stasiun di wilayah Jakarta saat musim mudik lebaran 2019 diprediksi meningkat dibandingkan 2018.

Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) I Eva Chairunisa memprediksi Daop I bisa mengangkut 997 ribu pemudik. Prediksi itu meningkat sembilan persen dibandingkan tahun 2018.

"Selama 22 hari, tahun lalu kami angkut 915 ribu. Prediksi untuk tahun ini secara keseluruhan PT KAI Daop I itu dapat mengangkut 997 ribu penumpang," ujar Eva di Stasiun Senen, Jakarta Pusat, Minggu (6/2).
Eva mengatakan untuk mengantisipasi peningkatan itu, PT KAI menambah kereta yang diberangkatkan dari Stasiun Senen.


"Jadi secara total untuk Stasiun Senen sendiri memberangkatkan sampai dengan 10 kereta api tambahan per hari, di luar dari 26 kereta reguler yang memang sudah diberangkatkan per harinya," kata Eva.

Fasilitas di Stasiun Senen juga ditingkatkan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang. Fasilitas yang ditingkatkan salah satunya adalah kapasitas ruang tunggu.

"Ini sekarang terfasilitasi dengan ruang tunggu dengan fasilitas tempat duduk sebanyak 700 tempat. Sebelumnya itu hanya 80 tempat duduk di zona 3 yang kita sebut area nonsteril," kata Eva.

Eva juga mengatakan pihaknya melakukan revitalisasi dan perbaikan fasilitas publik seperti toilet, musala, hingga ruang menyusui. Toilet juga diperbaiki agar bisa ramah kaum disabilitas.

"Ini kita harapkan dapat dimanfaatkan para pengguna, baik pemudik, yang mengantar atau yang menunggu. Mushola ataupun juga ruang menyusui, dan juga pos kesehatan kami lakukan perbaikan," kata Eva.
Eva mengatakan sejak 26 Mei atau H-10 Lebaran Stasiun Senen telah memberangkatkan sekitar 215 ribu penumpang.

Puncak kepadatan disebut Eva sudah terjadi sejak H-5. Eva mengatakan kisaran kepadatan penumpang berada di angka 25 ribu sampai dengan 26 ribu penumpang.

"Sampai dengan kemarin (1/6) sudah 196 ribu, ditambah hari ini (2/6) 26 ribu. Angka ini sejak H-10, jadi 26 Mei sampai dengan hari ini, sekitar 215 ribu," kata Eva.

Eva mengatakan beradasarkan data, ia memprediksi kepadatan penumpang akan terjadi terjadi sampai H+1 Lebaran. Eva menginformasikan pemudik di Stasiun Senen pada H-3 (2/6) berjumlah sekitar 26.500 penumpang.

"Dengan periode yang sama pada tahun lalu, kalau kita melihat data, itu memang ada kenaikan. Per harinya berbeda-beda, sekitar 4-9 persen," kata Eva.

Eva mengatakan tidak dapat memastikan kenaikan penumpang selama arus mudik disebabkan oleh mahalnya tiket pesawat. Pasalnya setiap tahun pengguna kereta api pasti meningkat.

"Kami secara khusus tidak ada penelitian ya, kita tidak ada survei ataupun penelitian secara khusus. Tapi, tren pemudik menggunakan kereta api memang setiap tahun pasti meningkat," ujar Eva.

Eva mencatat tujuan para pemudik dari Stasiun Senen. Pemudik banyak yang menuju Surabaya, Malang dan Jember untuk area Jawa Timur. Untuk area Jawa Tengah pemudik banyak yang mengarah Solo, Semarang, Kutoarjo, dan Yogyakarta.

"Kemudian kalau untuk jarak menengahnya itu Cirebon dan Bandung. Ini juga kereta-kereta tambahan ini dipusatkan ke sana, Cirebon, Bandung, Surabaya," kata Eva. (jnp/ugo)