"Salat Id ini dilakukan setelah penetapan 1 Syawal yang jatuh hari ini setelah perhitungan memantau bulan dan tanda-tanda alam," kata Ketua Dewan Pengawas dan Penanggung Jawab Pendidikan dan Pembangunan Jamaah An-Nadzir Gowa, Ustadz M Samiruddin usai salat Idul Fitri di Kabupaten Gowa, Sulsel.
Menurut dia, penetapan 1 Syawal itu dilakukan dengan melihat bulan purnama pada penanggalan syamsiah 14, 15 dan 16, lalu menghitung mundur sebelum tiga hari terakhir bulan Sya'ban.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jamaah laki-laki menggunakan sorban dan umumnya berambut warna kecoklatan yang menjadi ciri khas jamaah ini.
Meski jauh dari kesan meriah karena jumlah jamaah cukup terbatas, tidak seperti jamaah pada hari raya pada umumnya, namun kekhusukan jamaah tetap terlihat.
"Setelah berpuasa sebulan lamanya dan memperbanyak beribadah shalat lail, tibalah di hari kemenangan ini," katanya.
Usai membaca khutbah, Ustadz Samiruddin menutup dengan doa yang diaminkan oleh jamaah An-Nadzir, kemudian saling bersalaman sebagai tanda saling memaafkan kesalahan dan kekhilafan masing-masing.
[Gambas:Video CNN] (antara/ugo)