Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Tenggara, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Harry Golden Hart mengatakan mereka mengungsi di tempat keluarga yang berada di desa terdekat seperti Desa Kombeli, Desa Pasarwajo, dan Desa Laburunci.
"Saat ini kurang lebih 300 orang masih diungsikan ke desa terdekat," ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (6/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada serangan balasan, sudah kondusif. (Saat ini) Masih dilakukan olah TKP," tuturnya.
Sekitar 40 orang Desa Sampuabalo melakukan konvoi dengan 20 motor knalpot racing yang identik dengan bunyi bising. Di depan permukiman warga, mereka memainkan gas motornya. Hal tersebut pun membuat masyarakat Desa Gunung Jaya terganggu.
Pertikaian pun terjadi tetapi masih dapat dipisahkan oleh dua anggota kepolisian. Keesokan harinya, Rabu (5/6) kerusuhan kembali terjadi pukul 14.30 WITA. Massa dari Desa Sampuabalo kembali mendatangi Desa Gunung Jaya dan melakukan pembakaran rumah warga.
Mereka menggunakan bom molotov yang dilempar ke rumah warga. Tidak ada korban tewas dalam peristiwa itu.
Namun selain rumah terbakar, satu mobil pick up milik kepala Desa Gunung Jaya yang hangus terbakar dan satu sepeda motor juga hangus terbakar.
[Gambas:Video CNN] (gst/dal)