"Debu vulkanik erupsi gunung Sinabung yang banyak menempel di sebagian badan jalan Kota Kabanjahe disemprot dengan menggunakan mobil pembersih," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Karo, Natanail Perangin-angin, dihubungi dari Medan, Minggu (10/6) malam dikutip Antara.
Kotoran debu yang dihasilkan erupsi Sinabung, menurut dia, harus secepatnya dibersihkan karena mengganggu kenyamanan di jalan raya dan juga mobil maupun motor yang tengah melintas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keterangan itu disampaikan oleh Pos Pengamatan Gunungapi Sinabung Badan Geologi dan PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Sinabung dalam rilisnya menyebutkan bahwa kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal condong ke arah selatan.
Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 120 mm dan durasi kurang lebih 9 menit 17 detik.
Saat ini Gunung Sinabung berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi kepada masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 km dari puncak gunung Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara.
Selain itu, masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung juga diminta agar tetap waspada terhadap bahaya lahar.
Sebelumnya pada tanggal 20 Mei 2019 Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengeluarkan penurunan status Gunung Sinabung dari Level IV Awas menjadi Level III Siaga.
[Gambas:Video CNN] (antara/osc)