KPK Cabut Status Pembantaran, Romi Kembali Ditahan

CNN Indonesia | Senin, 10/06/2019 11:44 WIB
KPK Cabut Status Pembantaran, Romi Kembali Ditahan Eks Ketum PPP Romahurmuziy kembali ditahan KPK setelah status pembantarannya dicabut. (ANTARA FOTO/Reno Esnir)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencabut status pembantaran tersangka kasus suap pengisian jabatan di Kementerian Agama M. Romahurmuziy alias Romi. Pembantaran dicabut lantaran dokter Rumah Sakit Polri menyatakan Romi tidak perlu dirawat inap.

"Pembantaran RMY dicabut dan kembali ke rutan sore kemarin (9/6) setelah sebelumnya pihak dokter RS Polri menyatakan terhadap RMY tidak dilakukan rawat inap," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan tertulis, Senin (10/6).

Sebelumnya, mantan Ketua Umum PPP itu dibantarkan sejak 31 Mei 2019 silam. Saat itu, Romi kembali mengeluh sakit dan menjalani rawat inap setelah didiagnosa oleh dokter.


Febri mengatakan KPK kembali melalukan penahanan kepada Romi selama 16 hari ke depan pasca-pencabutan status pembantarannya. Masa penahanan ini, kata Febri, masih dalam perpanjangan penahanan 40 hari yang telah dilakukan sebelumnya.

"Masa penahanan ini masih dalam rentang perpanjangan penahanan 40 hari yang telah dilakukan sebelumnya. Selama masa pembantaran, masa penahanan tidak dihitung," kata Febri.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Romi sebagai tersangka bersama Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin.

Romi diduga menerima suap sebesar Rp300 juta, dengan rincian Rp50 juta dari Muafaq untuk posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik dan Rp250 juta dari Haris untuk jabatan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur.

(SAH/arh)