Polisi Periksa GARIS soal Ambulans di Aksi 22 Mei

CNN Indonesia | Selasa, 11/06/2019 19:35 WIB
Polisi Periksa GARIS soal Ambulans di Aksi 22 Mei Ilustrasi (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ormas Gerakan Rijajul Islam (GARIS) Bekasi diperiksa hari ini (11/6) di Polres Metro Jakarta Barat. Ormas itu akan dimintai keterangan terkait kepemilikan ambulans saat aksi 22 Mei lalu. Ambulans tersebut disebut memuat busur, panah, dan bambu runcing.

Pemeriksaan terhadap ormas GARIS telah dikonfirmasi oleh Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Barat Kompol M Marbun.

"Ya cuma pemeriksaan biasa saja," kata Marbun kepada CNNIndonesia.com di kantor Polres Metro Jakarta Barat, Selasa (11/6).



Koordinator aksi Gerakan Rijalul Islam (GARIS) Bekasi Nahruji Yusuf pun membenarkan bahwa hari ini Ketua GARIS Bekasi Maulana Alhamdani diperiksa oleh pihak kepolisian didampingi pengacara yakni Dedi Suhardadi.

Namun pemeriksaan yang dijadwalkan pukul 13.00 WIB, molor hingga pukul 14.00 WIB.

"Ya betul mba, harusnya jam 1 siang diperiksa [Ketua GARIS]," tutur Nahruji.

Pantauan CNNIndonesia.com, hingga pukul 17.15 WIB belum ada tanda-tanda pemeriksaan terhadap Maulana selesai dilakukan kepolisian Polres Metro Jakarta Barat.

Sebelumnya, Gerakan Rijalul Islam (GARIS) di Bekasi telah mengaku sebagai pemilik ambulans yang kini tengah ditahan Polisi terkait Aksi 22 Mei. Ambulans itu sebelumnya disebut polisi milik ormas Gerakan Reformis Islam (GARIS) Cianjur.


Ketua Gerakan Rijalul Islam (GARIS) Bekasi, Maulana Alhamdani membenarkan bahwa mobil ambulans yang ditahan adalah milik ormas yang dipimpinnya.

Namun, ia menegaskan polisi salah tangkap dalam kasus ini. Sebab, ia membantah ada busur panah dan bambu runcing dalam ambulans. Kabar itu diklaim hanya sebagai akal-akalan polisi.

Menurut Koordinator aksi Gerakan Rijalul Islam (GARIS) Bekasi Nahruji Yusuf ambulans milik ormasnya hanya digunakan untuk membawa logistik untuk sejumlah orang yang menyampaikan aspirasi pada 22 Mei lalu. Selain itu, ia juga membantah aksi yang dilakukan GARIS didasari oleh pesanan politik tertentu. (din/eks)