Keduanya, merupakan bagian dari Garda Prabowo. Mereka menjadi tersangka peristiwa kerusuhan pada aksi 22 Mei. Bahkan, menurut Andre, Garda Prabowo bukan organisasi sayap Partai Gerindra atau tim pemenangan Prabowo-Sandi.
"Fauka dan Dahlia seperti itu tidak masuk dalam struktur BPN Prabowo-Sandi. Bahkan Garda Prabowo itu saya tegaskan tidak terdaftar dalam struktur apa pun di direktorat apa pun di BPN," kata Andre kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Selasa (11/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih jauh, ia menyampaikan bahwa seluruh purnawirawan TNI dan Polri yang bergabung di BPN Prabowo-Sandi seperti Kivlan Zein, Soenarko, dan Sofyan Jacoeb merupakan sosok yang patriot, negarawan, dan sudah teruji dalam membela kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Polisi mengklaim masih melakukan penyelidikan atas dugaan keterlibatan Fauka dalam peristiwa kerusuhan 22 Mei 2019. Untuk itu, kepolisian bakal segera mengagendakan pemeriksaan terhadap Fauka yang merupakan mantan anggota Tim Mawar Kopassus TNI AD.
"Kami pasti akan memanggil saudara F untuk meminta keterangan," ujar Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Mohammad Iqbal di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (11/6).
Dalam BAP, Iqbal menambahkan bahwa Kobra Hercules mengaku kerap berkoordinasi dan bertemu dengan Fauka di sebuah tempat untuk membicarakan pengerahan massa pada 21 hingga 22 Mei 2019.
"Memang saudara F itu sudah disebut namanya oleh salah satu tersangka inisialnya MN atau banyak yang menyebutnya Kobra Hercules," ujarnya. (mts/eks)