Menurut Max, mereka kerap melontarkan pernyataan yang membingungkan masyarakat, khususnya pemilih Demokrat.
"Salah satunya, karena statement-nya membuat masyarakat bingung. Jadi tidak tahu harus kemana," kata Max di Jakarta, Kamis (13/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Max mengamini bahwa mereka adalah komunikator politik Demokrat. Mereka diberikan ruang untuk bicara. Tetapi, lanjut Max, tetap harus dibatasi yang mana sikap partai dan pernyataan pribadi.
Selanjutnya, Max menegaskan kritiknya terhadap Andi, Rachlan, dan Ferdinand bukan berati ada konflik antara golongan senior dengan yang lebih muda. Max mengatakan golongan senior hanya ingin yang lebih muda bertindak sesuai dengan aturan partai.
"Kita tetap ingin mereka karena mereka orang muda yang berpotensi ke depan untuk Partai Demokrat . Kami ingin mereka berpikir sejalan," kata Max
Terpisah, Andi Arief enggan menanggapi kritik yang ditujukan kepadanya dari para kader senior. Sementara itu, Rachlan lebih suka membicarakan itu semua secara internal.
"Saya tidak mau berbantahan dengan sesama kader di hadapan orang lain," ucap Rachlan.
Diketahui, Partai Demokrat memperoleh 7,7 persen suara nasional pada Pemilu 2019. Jumlah tersebut sama dengan perolehan 54 kursi DPR.