Menurut dia, pemerintah akan menyerahkan seluruh proses pengusutan kasus Kivlan sesuai dengan hukum yang berlaku. Meskipun, Kivlan merupakan mantan Jenderal TNI yang pernah memberikan sumbangsih kepada negara.
Begitu pula dengan permohonan perlindungan dan jaminan yang telah dimintakan Kivlan kepada negara agar pihak Kepolisian memberikan penangguhan penahanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Polisi Bantah Periksa Kivlan Zen Hari Ini |
"Negara harus konsisten tegakkan hukum, tidak boleh dipengaruhi siapapun dan negara tidak boleh mempengaruhi," ujarnya.
"Pertimbangannya bukan sekarang, nanti pas keputusan hakim. Namun sekarang ini sedang berproses dan berjalan saja," ucap dia.
Sebelumnya, Tonin Tachta mengatakan Kivlan memohon perlindungan dan jaminan kepada sejumlah pihak agar polisi memberikan penangguhan penahanan. Tonin mengatakan surat permohonan jaminan itu telah dikirimkan ke sejumlah tokoh sejak pekan lalu.
Tonin membeberkan surat permohonan jaminan untuk Kivlan dikirim kepada enam tokoh, yakni Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menkopolhukam Wiranto, Pangkostrad Letjen Besar Harto Karyawan, Kepala Staf Kostrad Mayjen Bambang Taufik, dan Danjen Kopassus Mayjen I Nyoman Cantiasa.
Tonin tak menjelaskan secara spesifik isi surat permohonan tersebut. Ia hanya mengatakan Kivlan meminta perlindungan hukum dan jaminan penangguhan penahanan di kepolisian.
Sementara Wiranto mengatakan belum menerima surat permohonan agar menjadi salah satu pihak yang menjamin penangguhan penahanan Kivlan. Meskipun begitu Wiranto menegaskan proses hukum terhadap semua pihak, termasuk Kivlan terus berlanjut.
"Saya belum baca. Belum sampai ke saya," katanya. (uli/age)