Salah satu yang disoroti terkait dalil tim hukum Prabowo-Sandi adalah tuduhan penggelembungan suara yang dilakukan KPU untuk memenangkan Paslon 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
"Saya mengatakan begini, kalau banyak dalil enggak ada bukti kan konyol. Bagaimana? Bingung sendiri kita," kata Hasyim usai persidangan di Gedung MK, Jakarta, Jumat (14/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itu ia mengaku bingung dengan tuduhan kecurangan TSM yang dinyatakan Prabowo-Sandi. Sebab, jika memang kubu Prabowo-Sandi menemukan begitu banyak kecurangan secara TSM, maka seharusnya dilaporkan ke Bawaslu sebelum mengajukan gugatan PHPU ke MK.
Sebelumnya, dalam sidang pendahuluan, Prabowo-Sandi mendalilkan sejumlah kecurangan yang mereka klaim TSM. Beberapa di antaranya adalah kecurangan secara TSM oleh 01 dan penggelembungan suara.
Kubu paslon 02 ini juga mengkategorikan kecurangan itu menjadi lima jenis, yakni yakni penyalahgunaan Anggaran Belanja Negara dan program kerja pemerintah, penyalahgunaan birokrasi dan BUMN, serta ketidaknetralan aparatur negara seperti polisi dan intelijen. Selain itu, ada pula pembatasan media dan pers, serta diskriminasi perlakuan dan penyalahgunaan penegakan hukum.
Dalam sidang PHPU Pilpres 2019 ini, MK menskors sidang hingga Selasa (18/6). Sidang akan dilanjutkan dengan agenda pembacaan jawaban termohon, terkait, dan pemberi keterangan atas gugatan Prabowo-Sandi.
[Gambas:Video CNN] (psp/osc)