Kecelakaan Beruntun Cipali Akibat Penumpang Rebut Kemudi Bus

CNN Indonesia | Senin, 17/06/2019 11:32 WIB
Kecelakaan Beruntun Cipali Akibat Penumpang Rebut Kemudi Bus Ilustrasi kecelakaan. (Istockphoto/rvimages)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kecelakaan beruntun yang terjadi di tol Cikampek-Palimanan (Cipali) terjadi, Senin (17/6) dini hari tadi disebut terjadi karena ada seorang penumpang yang mencoba merebut kendali sopir bus.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan informasi tersebut diperoleh dari keterangan saksi kecelakaan tol Cipali yang bernama Amsor. Saksi tersebut juga merupakan orang yang berusaha merebut kendali dari sopir bus Safari Lux tersebut.

"Di tengah perjalanan, saudara Amsor memaksa supir untuk berhenti dengan cara mengambil alih secara paksa kemudi tersebut," kata Trunoyudo dalam keterangannya, Senin (17/6).


Akibatnya, sempat terjadi perdebatan antara Amsor dengan sopir bus. Setelahnya, sopir bus kehilangan kendali ke arah kanan dan akhirnya terjadi kecelakaan.

"Kendaraan bus hilang kendali ke kanan selanjutnya menyeberang dan terjadi kecelakaan," ujar Trunoyudo.


Sementara itu, keterangan dari saksi lain bernama Winda juga menyebutkan ada seorang penumpang yang diduga mencoba mengambil ponsel atau kendali supir.

Perebutan itu memantik perdebatan kemudian kendaraan hilang kendali ke arah kanan. Bus tersebut, kata Winda, kemudian menyeberang ke jalur lainnya dan menabrak mobil dari arah berlawanan.

"Selanjutnya bus tersebut menabrak kendaraan Innova, dan di belakangnya ada mobil truk. Mobil truk menghindar sehingga terguling masuk ke median jalan, bus melaju ke jalur lambat B menabrak kendaraan Expander dan menindih kendaraan tersebut," tutur Trunoyudo.

Akibat peristiwa kecelakaan tol Cipali tersebut, tercatat 12 orang meninggal dunia dan 43 orang mengalami luka. Sementara, enam orang lainnya tercatat selamat dari kecelakaan tersebut.

Trunoyudo mengatakan salah satu korban meninggal dunia tersebut adalah sopir bus Safari Lux Salatiga berinisial RM.

"Ya (sopir bus meninggal dunia)," katanya.

Sebelumnya diberitakan kecelakaan beruntun terjadi diduga akibat sopir bus yang mengantuk dan kehilangan kendali.

Kecelakaan beruntun di Cipali tersebut terjadi di kilometer 151 pukul 01.00 WIB dini hari tadi. Adapun Safari Dharma Raya diketahui datang dari arah Jakarta menuju Cirebon.

Korban luka dan tewas dari kecelakaan tol Cipali tersebut kemudian dilarikan ke dua rumah sakit yakni RS Cideres, Majalengka, dan RS Mitra Plumbon, Cirebon.

(dis/kid)