Safari Dharma Raya Bantah Busnya Terlibat Kecelakaan Cipali

CNN Indonesia | Senin, 17/06/2019 14:16 WIB
Safari Dharma Raya Bantah Busnya Terlibat Kecelakaan Cipali Ilustrasi kecelakaan. (Andhika Akbarayansyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan Otobus Safari Dharma Raya membantah armadanya terlibat dalam kecelakaan beruntun di Tol Trans Jawa Ruas Cikopo Palimanan (Cipali) pada Senin (17/6) dini hari WIB.

Hal itu dikonfirmasi Business Development PO Safari Dharma Raya, Marisa Leviani.

"Jadi itu PO lain karena kalau unit kami itu biasanya di busnya memang tulisannya Safari Dharma Raya," kata Marisa saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (17/6).


Diketahui terjadi kecelakaan maut yang melibatkan empat kendaraan: Bus, dua mobil pribadi dan sebuah truk pengangkut. Sebanyak 12 korban tewas, dan 24 lai luka-luka.

Marisa mengaku tidak tahu PO mana yang terlibat dalam tabrakan beruntun itu. Pasalnya ada beberapa nama PO yang menyematkan kata Safari di namanya.

"Safari doang itu memang ada dua lagi saya kurang tahu pastinya ini PO safari yang mana, yang pasti bukan Safari Dharma Raya," katanya.


Ia menjelaskan terdapat ciri khusus di armada PO Safari Dharma Raya. Salah satunya adalah gambar empat gajah di body-nya lengkap dengan tulisan 'Safari Dharma Raya'.

"Safari Dharma Raya tulisannya warna hijau kuning. Tapi kami enggak pernah menyingkat brand kami. itu sudah terdaftarkan HAKI itu Safari Dharma Raya dan pasti ada OBL-nya," paparnya.

Berdasarkan foto yang diterima CNNIndonesia.com dari lokasi kecelakaan di Tol Cipali, dini hari tadi, bus tersebut diketahui memiliki tulisan SAFARI di bagian lambung dan ekor bus. Bus tersebut memiliki variasi warna hijau dan putih/perak.

Pernyataan soal nama bus yang terlibat kecelakaan beruntun di Tol Cipali berasal dari Polri.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan kecelakaan bermula saat bus Safari Dharma Raya datang dari arah Jakarta menuju ke Cirebon di kilometer 151 pukul 01.00 WIB. Sopir bus diduga mengantuk dan kehilangan kendali.

"Kendaraan bus masuk median menyeberang ke jalur B (berlawanan) dam menabrak kendaraan Innova, menabrak kendaraan Expander dan kendaraan truk yang sedang melaju di jalur B," kata Trunoyodo dalam keterangannya, Senin (17/6).

Para korban tewas diketahui sebanyak enam orang dari mobil Expander dan tiga orang tewas yakni penumpang mobil Innova. Sementara itu korban tewas penumpang bus sebanyak tiga orang.

Trunoyudo menerangkan berdasarkan keterangan saksi diketahui bus tersebut hilang kendali setelah sempat terjadi perdebatan antara supir dengan salah satu penumpang. Walhasil terjadilah kecelakaan beruntun di tol Cipali akibat bus yang hilang kendali itu berpindah jalur dan menabrak mobil yang melaju dari arah berlawanan.

(sah/kid)