Kepala Dinas Perhubungan Jatim, Fattah Jasin mengatakan asal kapal tersebut adalah pelabuhan Gua-gua, Pulau Raas, Sumenep, yang tak berada di bawah pengawasan pemerintah dan dikelola masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Pulau Raas sendiri, kata Fattah, sebenarnya sudah ada pelabuhan resmi yang diatur oleh Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kalianget, Sumenep.
"Jadi kapal kayu kapal penumpang itu tidak dapat persetujuan dari siapapun, jadi karepe dhewe (maunya sendiri), berangkat dari pelabuhan tidak resmi, pelabuhan tikus," ujarnya.
Sebelumnya, Senin 17 Juni, KM Arim Jaya yang berangkat dari Gua-gua, Raas, menuju Kalianget, dihantam ombak dan terbalik akibatnya, puluhan orang dinyatakan hilang.
"Data terbaru ada 17 orang yang sudah ditemukan, 5 hilang dan 39 selamat," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung saat ditemui, Mapolda Jatim, Selasa.
(idz/arh)