Posko informasi tersebut dimaksudkan untuk memudahkan keluarga korban mengecek identitas korban atau melaporkan kemungkinan adanya korban yang hilang dan belum ditemukan, namun tidak terdata oleh petugas.
"Jadi jika ada keluarga korban yang hendak melakukan pengecekan, kami minta melalui posko. Dengan demikian, maka koordinasinya akan lebih mudah," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep Edy Rasyiadi di Sumenep, Selasa (18/6) dikutip Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini terjadi, karena, satu kantong mayat yang diduga berisi dua jenazah ternyata, isinya hanya satu orang korban," katanya, menjelaskan.
Dengan demikian, sambung dia, maka total jumlah penumpang kapal Arin Jaya yang tenggelam semuanya 60 orang, bukan 61 orang. Rinciannya 39 orang selamat, 16 orang meninggal dunia dan 5 orang masih dinyatakan hilang.
Data awal yang disampaikan petugas tentang jumlah penumpang sebanyak 40 orang, lalu bertambah menjadi 50 orang, dan terakhir sebanyak 60 orang.
KM Arim Jaya diketahui berangkat dari Pulau Guwa Guwa, Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, pada Senin sekitar pukul 07.00 WIB pagi. Kapal ini berlayar dengan tujuan Pelabuhan Kalianget, Sumenep.
Kapal kecil terbuat dari kayu berukuran tiga "gross tonnage" (GT) yang dinakhodai Arim itu diinformasikan terguling setelah terhantam ombak.
[Gambas:Video CNN] (osc)