BNPB: Total 5.847 KK Terdampak Banjir di Konawe

CNN Indonesia | Rabu, 19/06/2019 14:16 WIB
BNPB: Total 5.847 KK Terdampak Banjir di Konawe Banjir di Sulawesi Tenggara. (ANTARA FOTO/Jojon).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Rita Rosita mengatakan intensitas hujan yang tinggi sebelum dan sesudah Hari Raya Idul Fitri 1440 H mengakibatkan banjir masih melanda di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tengah (Sulteng). Akibatnya 5.847 kepala keluarga (KK) atau 22.573 jiwa di sana terdampak banjir.

"Pada Selasa (18/6), teridentifikasi genangan di 144 desa dan 22 kelurahan pada 24 kecamatan," kata Rosita, Rabu (19/6) dikutip Antara.

Rosita mengatakan intensitas hujan tinggi mengakibatkan debit Sungai Konaweeha, Sungai Lahambuti, dan Sungai Rawa Aopa meningkatkan sehingga terjadi banjir.


Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Konawe melaporkan pada Selasa (18/6) masih ada genangan setinggi 30 centimeter hingga satu meter di Kecamatan Pondidaha, Kecamatan Wonggeduku, dan Kecamatan Wonggeduku Barat.

Ruas jalan poros Pondidaha juga masih tergenang sepanjang tiga kilometer dan hanya dapat dilewati truk dan mobil kabin ganda. Selain itu, dua kecamatan, yaitu Routa dan Latoma hingga kini masih terisolasi.

"Logistik dan bantuan dikirim menggunakan helikopter. BNPB dan Penerbang TNI Angkatan Darat masing-masing mengerahkan satu unit helikopter untuk menjangkau kecamatan yang terisolasi. Pengiriman bantuan juga dilakukan menggunakan perahu karet," jelas Rita.

BPBD Kabupaten Konawe menyiagakan tim evakuasi serta memantau kondisi terkini. Karena potensi penyakit akibat banjir mulai muncul, tim medis dari Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana telah melakukan pelayanan kesehatan kepada korban di pos-pos penyintas di kecamatan dan desa.

Sementara itu, banjir juga telah menyebabkan kerusakan di berbagai sektor. Rumah yang terendam dilaporkan 4.688 unit dengan 192 rusak berat, 513 rusak sedang, dan 575 rusak ringan.

Bangunan sekolah juga turut terendam, yakni 32 unit taman kanak-kanak, 49 sekolah dasar, dan 14 sekolah menengah pertama.

Di sektor pertanian, banjir merendam 3.246 hektare sawah, 357 hektare lahan jagung dan lainnya 385 hektare.

[Gambas:Video CNN] (Antara/osc)