"Ngapain juga jadi saksi yang menguntungkan salah satu pihak yang terkait kasus HAM? Makanya saya menolak jadi saksi," ucapnya, dalam wawancara dengan CNN Indonesia TV, Rabu (19/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"[Undangannya] mendadak. Secara materil merasa kurang tepat. Meski saya juga memutuskan [untuk menolak jadi saksi] baru tadi siang," ucapnya.
Capres Prabowo Subianto dan Jokowi disebut sama-sama bermasalah dalam kasus HAM. (REUTERS/Darren Whiteside) |
Alasan penolakan itu, lanjutnya, diperkuat dengan fakta bahwa para pihak yang bersengketa di MK merupakan orang-orang yang dianggapnya bermasalah dalam hal kasus HAM.
"Buat saya orang-orang yang berkonflik di MK adalah orang-orang yang bermasalah dalam HAM. Prabowo namanya ada di laporan pelanggaran HAM Komnas HAM," ucap Haris.
"Jokowi juga 5 tahun jadi presiden enggak bisa menyelesaikan kasus pelanggaran HAM dan membiarkan Prabowo ikut lagi dalam pilpres," ia menambahkan.
Menurut Haris, Sulman pun diundang untuk bersaksi di MK oleh kubu 02. Namun, undangannya terbilang mendadak meski pemberitahuannya sudah jauh-lama.
"Dia baru diundang secara resminya kamarin, mendadak," ungkap dia.
Mantan Kapolsek Pasirwangi AKP Sulman Azis (kiri) menyebut ada penggalangan di internal polisi untuk memanangkan paslon 01. (Courtesy of Detikcom) |
"Saya tidak meragukan dia (Sulman). [Pencabutan laporan] itu kutipan press conference Polda Jabar, bukan Sulman," tandas dia yang juga merupakan eks Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang Dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) itu.
[Gambas:Video CNN] (cnn indonesia tv/arh)
Capres Prabowo Subianto dan Jokowi disebut sama-sama bermasalah dalam kasus HAM. (
Mantan Kapolsek Pasirwangi AKP Sulman Azis (kiri) menyebut ada penggalangan di internal polisi untuk memanangkan paslon 01. (