Kemenag Minta Tambahan Anggaran Jadi Rp71,3 Triliun pada 2020

CNN Indonesia | Senin, 24/06/2019 23:35 WIB
Kemenag Minta Tambahan Anggaran Jadi Rp71,3 Triliun pada 2020 Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta tambahan anggaran Kemenag menjadi Rp71,3 triliun pada 2020. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Agama (Kemenag) mengajukan penambahan anggaran sebesar Rp6,1 triliun untuk tahun anggaran 2020 mendatang. Melalui penambahan anggaran, itu maka pagu indikatif Kemenag di 2020 menjadi Rp71,3 triliun.

"Kami mengusulkan adanya tambahan anggaran. Harapannya tentu anggaran untuk Kemenag menjadi 71,3 Sekian triliun rupiah," kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat menghadiri rapat antara Komisi VIII DPR dan Kemenag di Kompleks MPR/DPR, Jakarta pada Senin (24/6).

Lebih lanjut, Lukman mengungkapkan sedianya Kemenag hanya mendapatkan anggaran sebesar Rp65,2 triliun yang telah ditetapkan oleh Kementerian Keuangan dan Bappenas. Meski begitu, Lukman mengatakan dana itu masih kurang untuk menjalankan sejumlah program kerja strategis Kemenag yang akan dijalankan pada tahun 2020 mendatang.


"Kami sudah melayangkan surat ke Kemenkeu dan Bappenas terkait dengan usulan tambahan anggaran ini," ujar Lukman.


Lukman menerangkan penambahan dana tersebut rencananya akan didistribusikan ke dalam 12 program strategis Kemenag tahun 2020 mendatang. Salah satunya adalah program untuk kerukunan umat beragama.

"Itu diantaranya untuk pembiayaan pembinaan para aktor kerukunan umat beragama. Pengembangan kerukunan hidup umat beragama, baik yang ada di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota tidak kurang dari 566 lokasi," kata Lukman

Tak hanya itu, Lukman membeberkan bahwa Kemenag memiliki program peningkatan kapasitas aparatur negara Kemenag dan pengawasan aparatur negara.

[Gambas:Video CNN]

Selain itu, ia membeberkan biaya itu akan dialokasikan bagi lembaga pendidikan agama yang berada di di bawah Kemenag. Salah satunya, adalah pembiayaan tunjangan guru agama non PNS dan program BOS bagi para siswa.

"Untuk program pendidikan Islam, 2,3 sekian triliuan untuk membiayai tunjangan profesi guru Pendidikan Agama Islam non PNS. Lalu pemberian BOP, Program Indonesia pintar, BOS siswa MTS/MA," kata dia.

(rzr/ain)