"Karena kalau Koalisi Adil Makmur, salah satu partainya atau ada beberapa partai yang di koalisi ini berkoalisi atau rekonsiliasi dengan 01, ada kemungkinan atau bisa saja dibuat Ijtimak Ulama [ke IV]," kata Novel kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (29/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Novel mengatakan belum ada sikap resmi dari para ulama yang tergabung dalam forum Ijtimak Ulama, merespons pembubaran koalisi partai pendukung Prabowo-Sandi.
Lihat juga:Gerindra Sebut Lebih Nyaman Jadi Oposisi |
"Belum ada pembahasan itu, sampai saat ini belum ada rencana," kata Bernard.
PA 212 telah menggelar tiga kali Ijtimak Ulama sejak tahun 2018 silam. Ijtimak Ulama pertama digelar pada tanggal 27 Juli 2018.
Saat itu Ijtimak Ulama mengeluarkan rekomendasi beberapa nama calon pendamping Prabowo Subianto di Pilpres 2019. Nama-nama yang direkomendasikan seperti Ustaz Abdul Somad hingga Politikus PKS Salim Segaf Al-Jufri.
Kemudian, PA 212 menggelar Ijtimka Ulama ke III di Sentul, Bogor pada 2 Mei 2019. Kala itu, mereka menuntut agar KPU mendiskualifikasi Jokowi-Ma'ruf Amin karena diduga melakukan kecurangan yang bersifat terstruktur, sistematis dan masif dalam Pilpres 2019. (rzr/wis)