Kepala Divisi Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) Jawa Barat Abdul Aris mengklaim kondisi terkini pria pernah menjabat Ketua Umum Partai Golkar itu mengalami perubahan sikap.
Setnov disebutnya telah menyesali perbuatannya pelesiran ke toko bangunan. Selama ditahan di Rutan Gunung Sindur, Aris menyebut Setnov lebih banyak menghabiskan banyak waktu untuk beribadah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu adalah obat yang baik mendekatkan diri dengan Allah," tambah Abdul.
"Apabila yang bersangkutan hasilnya baik dari indikator penilaian yang ada dan hasil sidang tim pengamat pemasyarakatan dapat dipindahkan sesuai dengan hasil penilaian," katanya.
Sebelumnya, Setnov tepergok tengah pelesiran di sebuah toko bangunan di Padalarang, pada Jumat, 14 Juni 2019, bersama seorang perempuan berkerudung yang belakangan diduga sebagai istrinya.
Agar dia kapok, Kementerian Hukum dan HAM memutuskan memindahkannya ke Rutan Gunung Sindur dengan level super maximum security. Rutan tersebut sebenarnya dirancang untuk napi terorisme. Pemindahan Setnov ke sana dimaksudkan untuk memberi efek jera.
[Gambas:Video CNN] (hyg/dal)