Sejumlah politikus dari parpol pengusung pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin sudah memberikan sinyal membuka pintu jika Gerindra ingin bergabung. Akan tetapi, ada pula yang menolak dengan alasan demokrasi membutuhkan oposisi.
Menurut Mulyadi, Gerindra bakal ditinggal pendukungnya jika memutuskan bergabung dalam koalisi pemerintahan. Dampak buruknya, Gerindra tidak memiliki masa depan yang cerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Logo Partai Gerindra. (Adhi Wicaksono) |
Sirojuddin memprediksi pamor Prabowo Subianto bakal turun drastis, popularitasnya bakal terjun bebas jika bergabung ke dalam pemerintahan Jokowi-Ma'ruf.
Jika benar-benar menjadi bagian koalisi, Gerindra pun tidak akan leluasa seperti saat menjadi oposisi. Mereka akan terikat oleh etika berkoalisi. Misalnya, tidak bisa mengkritik habis-habisan kinerja pemerintah.
"Jika jadi oposisi, mereka akan punya peluang untuk membangun basis konstituen lebih luas," imbuh Sirojuddin.
Direktur Program SMRC Sirojudin Abas. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
Adi mengamini bahwa Gerindra bisa mendapat jabatan, baik menteri atau pimpinan lembaga lain. Posisi-posisi tersebut bisa dikapitalisasi dalam rangka menyusun kekuatan menghadapi Pemilu 2024.
Namun, katanya, itu tidak akan sebanding dengan dampak buruk yang harus ditanggung. Pemilih Prabowo-Sandi di Pilpres 2019 bakal kecewa berat dan memberikan stempel negatif kepada Gerindra.
"Di tingkat elite atau pengurus Gerindra mungkin bisa selesai. Tetapi bagaimana dengan emak-emak, ustaz-ustaz yang kemarin mati-matian di level bawah? Mereka itu dulu menganggap [pilpres sebagai] Perang Badar lho. Ini perjudian. Pertaruhan besar," ucap Adi.
Sosiolog Universitas Indoensia Thamrin Tomagola menyebut Gerindra melecehkan suara rakyat jika bergabung dengan koalisi pemerintahan. Konsekuensinya, masyarakat bakal kehilangan kepercayaan pada Gerindra, bahkan kepada proses demokrasi.
Emak-emak militan pendukung Prabowo-Sandiaga. (CNN Indonesia/Safir Makki) |
"Kalau tidak percaya terhadap elite politik, ya mungkin wajar lah. Tapi jangan sampai mereka tidak percaya kepada demokrasi. Karena dia bisa percaya ke khilafah. Pakai cara khilafah. Imam besar diangkat jadi penguasa," tandasnya.
[Gambas:Video CNN]
(bmw/arh)
Logo Partai Gerindra. (
Direktur Program SMRC Sirojudin Abas. (
Emak-emak militan pendukung Prabowo-Sandiaga. (