"Kami imbau agar masyarakat menggunakan air dengan bijak dan seperlunya. Hemat air saat musim kemarau ini," ujar Kepala BPBD DKI Jakarta Subejo di Jakarta, Jumat (5/7), mengutip Antara.
Berdasarkan kasus pada tahun sebelumnya, ancaman kekeringan kerap terjadi di wilayah Jakarta Utara. Sedangkan potensi kebakaran terjadi dari pembakaran ilalang dan sampah yang memicu kebakaran besar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya cek staf untuk periksa dan monitoring (wilayah kesulitan air)," kata dia.
BMKG mencatat selama dua bulan musim kemarau ini, sudah ada wilayah yang melaporkan kesulitan air. Salah satu wilayah yang dilaporkan sudah berstatus siaga kekeringan adalah Jakarta Utara.
Pasok Air
Mengenai siaga kekeringan ini, BPBD DKI Jakarta sendiri menyatakan kesiapannya untuk memasok air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau.
"Kami akan memasok kebutuhan air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan," ujar Subejo.
Subejo mengatakan pemasokan air bersih akan dilakukan dengan menyiagakan mobil tanki air untuk kemudian didistribusikan ke warga yang membutuhkan.
"Bisa dimanfaatkan kalau memang dibutuhkan saat kekeringan," kata dia.
BPBD juga akan berkoordinasi dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jaya sebagai pemasok air bersih di seluruh wilayah di Jakarta. Ini dilakukan sebagai bagian antisipasi kekurangan air bersih.
"Kami akan pasok air bersih dengan berkoordinasi juga dengan PDAM untuk mengantisipasi kekurangan air bersih," katanya.
[Gambas:Video CNN] (antara/osc)