FOTO: Mempersiapkan Diri Menuju Tanah Suci

CNN Indonesia/Adhi Wicaksono, CNN Indonesia | Minggu, 07/07/2019 13:51 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Untuk tahun ini, Menteri Agama Lukman Hakim mengatakan kuota haji Indonesia ditambah 10.000 orang.

Calon jemaah haji yang tergabung dalam Kloter 1 Embarkasi Jakarta-Pondok Gede tiba di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Sabtu, 6 Juli 2018. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan ada perubahan jadwal keberangkatan jemaah haji tahun ini. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Alasannya, karena kuota haji Indonesia untuk 2019 ditambah menjadi 10.000 orang. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Total jamaah yang berangkat pada 2019 adalah 231.000 orang. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Sebelumnya, kloter pertama jemaah haji dijadwalkan berangkat pada Minggu 7 Juli, namun jadwal itu dimajukan jadi 6 Juli. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Di Asrama Haji, para jemaah menerima sejumlah perlengkapan seperti gelang, obat-obatan, paspor dan uang keperluan sehari-hari. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Selain itu para jemaah juga diperiksa kembali kesehatannya dan menerima informasi mengenai pelaksanaan haji. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Kementerian Kesehatan disebut menambah tenaga kesehatan haji untuk mendukung peningkatan jumlah jemaah sebanyak 66 orang, terdiri dari 22 dokter dan 44 perawat. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Selain itu, pemerintah telah memperbanyak fasilitas kesehatan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KHHI) untuk jemaah haji di kawasan Mekkah dan Madinah, Arab Saudi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Kedua KHHI itu disebut setara dengan rumah sakit tipe C di Indonesia dengan berbagai fasilitas pendukung seperti laboratorium, apotek, ruang rontgen dan fasilitas kamar petugas kesehatan. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)