Direktur Eksekutif AII Usman Hamid mengatakan pertemuan hari ini sebenarnya merupakan pertemuan yang ketiga. Sebelumnya mereka telah dua kali melakukan pertemuan tertutup dengan Polri.
"Hari ini kami ingin bertanya tentang perkembangan hasil penyidikan Polri terkait dugaan kematian yang tidak sah terhadap 10 korban di Jakarta dan Pontianak," kata Usman di Bareskrim Polri, Senin (8/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menyangkut pelaku dari kerusuhan, baik itu pelaku langsung dan aktor-aktor intelektual di balik kerusuhan tersebut," tuturnya.
Menurut dia, hasil penyelidikan yang disampaikan oleh Polri pada pekan lalu itu masih belum mengcover sejumlah hal. Misalnya Polri baru mengumumkan penyelidikan terhadap dua orang dari 10 orang korban tewas. Yakni Harun Al Rasyid yang ditemukan di dekat jembatan layang Kemanggisan dan Abdul Aziz di wilayah Petamburan.
"Nah kami tentu ingin tahu, apakah pihak kepolisian melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap 8 orang yang tewas lainnya," ucapnya.
Menurut Usman yang belum disampaikan oleh Polri adalah soal dugaan kekerasan yang dilakukan oleh anggota polisi di lokasi yang lain. Sejauh ini Polri baru mengungkap penganiayaan oleh polisi di Kampung Bali.
"Nah dalam investigasi kami di Amnesty, ada setidaknya tiga lokasi tempat di mana penyiksaan atau perlakuan buruk yang lainnya itu terjadi terhadap warga sipil, dalam keadaan yang tidak berdaya yang dilakukan oleh anggota Kepolisian," tutur Usman.
"Ada komandan kompi dipanah, terkena panah beracun. Tapi yang bersangkutan memakai bodyvest. Melihat komandannya diserang spontan anggota tadi melakukan pencarian siapa pelakunya," kata Dedi saat jumpa pers di kantornya, Jakarta, Jumat (5/7).
Dedi menuturkan, setidaknya ada 10 anggota yang diduga menyerang warga sipil itu dan sudah menjalani sidang disiplin.
"Dari sidang disiplin itu akan menjalani penahanan di ruang khusus selama 21 hari," kata Dedi.
Nantinya, proses hukum terhadap 10 anggota Polri yang melakukan kekerasan selanjutnya bakal diserahkan ke satuan Brimob untuk diproses secara internal.
[Gambas:Video CNN] (dis/osc)