"Pendek kata, Pak Kapolri menyatakan bahwa ini progres yang baik. Ada kemajuan, ada temuan baru di dalam investigasi kami," kata salah satu anggota pakar dalam tim gabungan yang dibentuk Kapolri tersebut, Hermawan Sulistyo, dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (9/7).
Hermawan dan timnya pun enggan mengungkap lebih lanjut isi maupun kesimpulan laporan tersebut. Pria yang dikenal pula sebagai Peneliti LIPI itu menyatakan dalam laporan yang diberikan itu pula terdapat sejumlah rekomendasi untuk disikapi Kapolri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada temuan progres dari tim pakar, temuan yang menarik, nanti insyaallah akan kami sampaikan juga pada sesi konferensi pers paling lambat minggu depan," ujar Iqbal, tanpa menjelaskan temuan menarik yang dia singgung.
Tim Gabungan pengusutan kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik KPK Novel Baswedan. (CNNIndonesia/Gloria Safira Taylor) |
Anggota lain Tim Gabungan, Nurkholis, menyebut laporan yang telah ada hari ini memiliki ketebalan 170 halaman dengan lampiran sekitar 1500 halaman. Laporan tersebut berisi hasil penyelidikan tentang kasus penyiraman air keras kepada Novel. Tim dalam melakukan penyelidikan menggunakan pendekatan scientific investigation.
Wajah Novel disiram air keras oleh orang tak dikenal di lingkungan rumahnya usai melaksanakan salat subuh, Kelapa Gading, Jakarta Utara, 11 April 2017. Dan, kasusnya hingga kini masih buram--bahkan tersangka pun belum ada.
![]() |
[Gambas:Video CNN]
(gst/kid)
Tim Gabungan pengusutan kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik KPK Novel Baswedan. (CNNIndonesia/Gloria Safira Taylor)