Ia menyebut penonaktifan itu terkait dengan dukungannya terhadap pencalonan Bambang Soesatyo sebagai Ketum Golkar.
"Itu benar [penonaktifan]. Berhubungan erat karena sepuluh DPD yang mendukung Bamsoet itu," kata Aziz saat dihubungi, Rabu (10/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan proses penonaktifan 10 Ketum DPD itu dilakukan pada Selasa (9/7) dalam forum rapat pleno DPD. Meski begitu, Aziz menilai rapat pleno tersebut tidak sah karena hanya dihadiri oleh wakil DPD tingkat I Maluku.
Tak hanya itu, Aziz mengatakan penonaktifan sepuluh Ketum DPD di Maluku itu berdasarkan arahan dari DPP Partai Golkar. Ia menyebut arahan itu berasal dari Koordinator Bidang Pemenangan Golkar Wilayah Timur DPP Golkar Melchias Mekeng.
"Kami dapat itu arahan dari saudara Melchias Mekeng untuk menonaktifkan. Jadi itu kan cara yang tidak benar melanggar AD/ART," kata dia
Di sisi lain, Aziz meminta agar DPP Partai Golkar membiarkan kader-kadernya di daerah untuk berdemokrasi secara sehat. Salah satunya ditunjukkan melalui dukungan politik terhadap salah satu calon ketua umum Golkar yang akan maju di Musyawarah Nasional bulan Desember mendatang
"Bamsoet kan juga kader terbaik. Airlangga juga kader terbaik. Beri ruang ke mereka untuk bertarung di Munas. Kan, mereka punya pendukung masing-masing. Kecuali Bamsoet orang luar boleh begitu. Jangan pakai cara-cara yang tidak bagus, otoriter kan tidak bagus sekali," kata dia.
[Gambas:Video CNN] (rzr/pmg)