"Bagaimanapun Pak Prabowo punya janji di Ijtimak Ulama II, bahwa beliau ingin ajak Rizieq pulang. Kalau memang ada kesempatan negara ini guyub lagi, kalau Pak Habib Rizieq mau dipulangkan, ya kenapa tidak gitu?" tuturnya, kepada CNNIndonesia.com, Rabu (10/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kan dia salah satu ulama yang masih bermasalah kan Rizieq. Tentu dengan harapan kita kan tujuannya agar negara ini guyub, semua masalah selesai, selain ratusan pendukung kami masih ditahan, juga ulama yang masih bolak-balik dipanggil polisi, juga Habib Rizieq," urainya.
Saat dimintai respons soal pernyataan Moeldoko itu, Andre mengatakan, "Ya kita tunggu pernyataan resmi dari Pak Jokowi, bukan dari Kepala KSP ya. Kan disampaikan Pak Moeldoko sendiri beliau enggak berwenang untuk menanggapi, yang punya wewenang kan Pak Kapolri."
Tentang iktikad Rizieq untuk kembali ke Indonesia, Andre mengaku ada yang merasa dizalimi.
"Ya seperti yang disampaikan Pak Sekjen Gerindra (Ahmad Muzani), bahwa salah satu harapan kita bisa rekonsiliasi [adalah] jangan ada yang merasa masih dizalimi," tandasnya.
Salah satu poinnya adalah tentang pemulangan Rizieq dan pemberian keadilan kepada tokoh-tokoh 212 yang diproses hukum jika terpilih jadi Presiden.
"Siap menggunakan hak konstitusional dan atributif yang melekat pada jabatan Presiden untuk melakukan proses rehabilitasi, menjamin kepulangan, serta memulihkan hak-hak Habib Rizieq Shihab sebagai warga negara Indonesia, serta memberikan keadilan kepada para ulama, aktivis 411, 212, dan 313 yang pernah/sedang mengalami proses kriminalisasi melalui tuduhan tindakan maka yang pernah disangkakan Penegakan keadilan juga perlu dilakukan terhadap tokoh-tokoh lain yang mengalami penzaliman," tertulis dalam poin 16 pakta integritas itu.
(rzr/arh)