Hal itu ia sampaikan untuk merespons harapan Politisi DPP Partai Demokrat Cipta Panca Laksana agar PDI Perjuangan memberikan kursi ketua MPR kepada partainya sebagai balas jasa terhadap Demokrat di tahun 2009 lalu.
"Hasil lobi adalah hasil kerja bersama. Jadi Partai Demokrat tak perlu khawatir secara berlebihan," kata Hendrawan kepada CNNIndonesia.com, Kamis (11/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hendrawan lalu berharap Demokrat agar aktif mengusulkan kandidat terbaiknya dalam paket pimpinan MPR yang sudah diatur dalam UU MD3. Hal itu bertujuan agar kandidat Demokrat itu dapat dipertimbangkan oleh seluruh fraksi parpol yang ada di DPR maupun anggota DPD.
"PDIP adalah partai yang mengedepankan manajemen politik gotong royong. Kepentingan bangsa diutamakan," kata dia.
Sebelumnya, politisi DPP Demokrat Cipta Panca Laksana menganggap partainya berhak mendapat kursi ketua MPR periode 2019-2024.
"Karena tahun 2009, Demokrat menyerahkan ketua MPR ke alm Taufik Kiemas. Sekarang saatnya PDIP membalas balik," tutur Panca melalui akun Twitternya @panca66, Kamis (11/7).
Ketua Bidang Hukum dan Advokasi DPP Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan wajar jika suatu partai mendambakan kursi ketua MPR. Namun, dia menekankan bahwa pernyataan Panca adalah usulan pribadi, bukan atas nama Demokrat.
Menurutnya, partai politik dalam KIK akan menjaga soliditas untuk mengambil keputusan secara musyawarah mufakat dalam menentukan perwakilan di kursi pimpinan MPR mendatang.
"Tentu KIK akan bicara dengan pimpinan kelompok di DPD untuk secara konsensus membentuk paket calon pimpinan MPR," kata Johnny kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta pada Kamis (11/7).
Dia menerangkan bahwa pembicaraan dengan perwakilan dari DPD terkait formasi pimpinan MPR mendatang telah mulai dijajaki oleh KIK. Menurutnya, pembicaraan belum menghasilkan kesepakatan karena jumlah anggota DPD mencapai 136 orang sehingga membutuhkan waktu.
Namun, ia menyarankan koalisi pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019 itu membentuk formasi sendiri dengan menggandeng perwakilan dari DPD.
"Demi pemilihan berlangung baik, KAM bentuk formasinya dengan kelompok DPD dan KIK bentuk formasinya dengan DPD, sehingga ada pemilihan, jangan semuanya bergabung," ujar dia.
[Gambas:Video CNN] (gil)