FOTO: Nasib Warga Maluku Utara Usai Diguncang Gempa

Antara Foto,, CNN Indonesia | Senin, 15/07/2019 11:03 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Warga memilih tidur di ruang terbuka setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,2 mengguncang sejumlah daerah di Maluku Utara, Minggu (14/7).

Gempa berkekuatan magnitudo 7,2 mengguncang sejumlah daerah di Maluku Utara, Minggu (14/7). (ANTARA FOTO/Marni)
Gempa berkekuatan 7,2 Skala Richter yang terjadi pada pukul 16.10 WIB pada kedalaman 29 kilometer di darat 63 kilometer Timur Kota Labuha dirasakan kuat di beberapa wilayah. (ANTARA FOTO/BNPB)
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Rahmat Triyono mengatakan gempa yang mengguncang Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara akibat pergeseran Sesar Sorong-Bacan. ANTARA FOTO/BNPB/pd.
BPBD Kabupaten Halmahera Selatan melaporkan gempa dirasakan kuat selama dua detik hingga lima detik dan masyarakat panik berhamburan keluar rumah. (STR / AFP)
Guncangan pada Skala V Marcelli dirasakan di Obi. Selain itu, guncangan juga diraskaan di Labuha (Skala III), Manado dan Ambon (Skala II-III), kemudian Ternate, Namlea, Gorontalo, Sorong, dan Bolaang Mongondow (Skala II). (STR / AFP)
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadi 52 kali aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) di kawasan Halmahera Selatan. Sebanyak 28 gempa di antaranya dirasakan oleh masyarakat. (ANTARA FOTO/str)
Terkait korban jiwa, dilaporkan ada satu orang meninggal dunia di Kelurahan Gane Luar, Kecamatan Gane Timur Selatan. Gempa bumi juga merobohkan sedikitnya 160 bangunan rumah. (ANTARA FOTO/Safri)
Warga tidur diruang terbuka pascagempa di desa Tokaka, Gene Barat Utara, Halmahera Selatan, Maluku Utara, Minggu (14/7/2019). BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak benar. Masyarakat juga diimbau menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. (ANTARA FOTO/Safri)