"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk IND (orang kepercayaan Bowo Sidik di PT Inersia, Indung)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Senin (14/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KPK sebelumnya mengultimatum Muhajidin dan dua saudaranya, Nazarudin dan anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Demokrat M. Nasir karena mangkir. Muhajidin sendiri sudah dipanggil untuk diperiksa pada 5 Juli.
Nazaruddin sendiri dijadwalkan diperiksa penyidik pada Selasa (9/7) lalu. Terpidana perkara korupsi Wisma Atlet dan Pencucian Uang itu sedianya diperiksa di Lapas Sukamiskin, Bandung. Namun, pemeriksaan tak dilakukan lantaran pemilik Permai Group itu mengeluh sakit.
Dalam kasus ini KPK telah menetapkan Bowo Sidik dan anak buahnya, staf PT Inersia bernama Indung serta Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia, Asty Winasti sebagai tersangka.
KPK mengendus Bowo juga menerima uang di luar kasus suap tersebut. Tim KPK kemudian menemukan uang sejumlah Rp8 miliar di Kantor PT Inersia, perusahaan milik Bowo.
Uang sekitar Rp8 miliar dalam pecahan Rp20 ribu dan Rp50 ribu itu telah dimasukkan dalam amplop-amplop. Uang yang berada dalam 400 ribu amplop itu tersebut diduga bakal digunakan Bowo untuk 'serangan fajar' Pemilu 2019.
[Gambas:Video CNN] (sah/arh)