Gempa Bumi Bali Terasa Hingga ke Lombok dan Lumajang

CNN Indonesia | Selasa, 16/07/2019 08:22 WIB
Gempa Bumi Bali Terasa Hingga ke Lombok dan Lumajang Ilustrasi gempa bumi. (Istockphoto/Petrovich9)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wilayah Samudera Hindia Selatan Bali-Nusa Tenggara diguncang gempa bumi tektonik pada pukul 07.18 WIB, Selasa (16/7) pagi.

Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan informasi awal gempa bumi Bali ini berkekuatan Magnitudo 6, yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi Magnitudo 5,8.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono mengatakan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 9,08 Lintang Selatan dan 114,55 Bujur Timur itu tepatnya berlokasi di laut pada jarak 80 kilometer arah selatan Kota Negara, Kabupaten Jembrana, Bali pada kedalaman 104 km.


Rahmat kemudian merinci guncangan gempa bumi ini dilaporkan dirasakan di daerah Badung, Nusa Dua, Denpasar, Mataram, Lombok Tengah, Lombok Barat, Banyuwangi, Karangkates, Sumbawa, Lombok Timur, Lombok Utara, Jember, dan Lumajang. 


Menurut Rahmat,dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi selatan di Jawa-Bali-Nusa Tenggara ini berkedalaman menengah yang diakibatkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempang Eurasia.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan jenis naik mendatar (oblique thrust fault)," kata Rahmat lewat keterangan tertulis.

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi Bali tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami.



Hingga pukul 07.50 WIB, imbuh Rahmat, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) di Bali. Masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," kata Rahmat.

[Gambas:Video CNN] (dal/DAL)