AK dan enam orang lain tertangkap basah oleh Satuan Tugas (Satgas) Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, Minggu (14/7) dinihari. Ketujuh orang yang ditangkap terdiri dari dua orang suami istri sah, dua orang pasangan tidak sah, dan tiga orang sisanya berstatus lajang.
"Tujuh orang itu kita amankan dari salah satu villa. Jadi dari ketujuh orang yang kami amankan, ada suami istri sah, sisanya bukan pasangan suami istri," kata Kanit V Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKP Aldy Sulaiman, di Mapolda Jatim, Kamis (18/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aldy menyebutkan dalam menggelar pesta seks, tersangka AK menarik tarif Rp500 ribu hingga Rp700 ribu kepada peserta atau pasangan yang datang. Uang digunakan untuk membayar perempuan yang melayani tamu tanpa pasangan.
"Pelaku menyediakan perempuan lain bagi yang tak membawa pasangan. Karena bagi yang tidak punya pasangan suami istri atau yang tidak membawa, single biasanya mengeluarkan sejumlah uang Rp500 sampai Rp700, di mana uang tersebut untuk biaya tersangka mendatangkan perempuan untuk pesta seks," kata dia.
Tersangka, kata Aldy mengaku baru empat kali melakukan pesta seks tersebut. Ia juga memperoleh keuntungan dari praktik itu. Namun berapa besarannya, penyidik masih akan terus melakukan pendalaman.
Atas perbuatannya, AK dijerat Pasal 290 KUHP yang berbunyi barang siapa yang mengadakan atau memudahkan cabul dengan orang lain dengan ancaman satu tahun empat bulan. Dan pasal 506 KUHP tentang tidak pidana mengambil keuntungan dari pelacuran, dengan ancaman satu tahun penjara.
Dalam pengakuannya, AK mengatakan bersama pasangannyamencoba menawarkan pesta seks melalui akun media sosial Twitter. Dari situ ada beberapa orang yang tertarik. Mereka kemudian bertransaksi dan janjian bertemu di salah satu vila di kawasan Prigen, Pasuruan, Jawa Timur
Untuk tiap orang yang tertarik, AK menarik tarif Rp500 ribu hingga Rp700 ribu. Uang yang terkumpul digunakannya untuk menyewa satu perempuan lain untuk bergabung dalam pestanya. Sementara sisanya dikantongi AK sebagai keuntungan.
AK mengakui pesta seks itu juga bagian dari fantasinya untuk berhubungan dengan pasangan tak sah.
"Saya senang untuk menyenangkan orang lain, bagian dari fantasi. Kami datang setengah 10 malam kemudian dilakukan kegiatan karoke, mabuk kemudian dimulai dari joget, teman saya perempuan melepas baju tapi kita tidak ganti pasangan," kata Agus.
Para pelanggan pesta seksnya disebut berasal dari kelompok swinger atau tukar pasangan. Ada pula peserta yang tak memiliki pasangan.
"Di kelompok kami ada yang namanya swinger, tukar pasangan atau ada juga yang single. Jadi kelompok swinger bertukar pasangan ada yang hard swing atau soft swing," ujarnya.
[Gambas:Video CNN] (frd/wis)