"Tim teknis beberapa minggu ke depan, insyaallah awal bulan Agustus sudah dimulai kalau dalam prediksi saya," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Muhammad Iqbal di Mabes Polri, Senin (22/7).
Tim Teknis akan dipimpin oleh Kepala Bareskrim Mabes Polri Komisaris Jenderal Idham Azis. Tim dibentuk sebagai tindak lanjut hasil penyelidikan Tim Gabungan yang dibentuk Kapolri Jenderal Tito Karnavian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain mempelajari hasil temuan Tim Gabungan, tugas lain Idham yang tak kalah penting adalah memilih personel-personel Tim Teknis. Anggota tim ini akan direkrut dari tubuh Polri sendiri, seperti dari INAFIS, Pusident, sampai Detasemen Khusus 88 Antiteror.
"Ini masih perlu waktu untuk mempelajari dan memilih, yang paling penting untuk mempelajari itu dulu karena harus di-slide-kan dilihat dan dipersesuaikan, bukan hanya cuman membaca, melalukan rapat, gelar, dan lain-lain," tambahnya.
Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Komisaris Besar Asep Adi Saputra, sebelumnya menyatakan bahwa Tim Teknis akan dibentuk dalam waktu dekat ini.
"Kalau masih dianggap perlu dan dianggap penting olah TKP itu dilakukan berkali-kali, tidak menjadi masalah karena olah TKP bukan hanya persoalan barang bukti saja, mungkin para saksi itu belum bicara, belum ditemukan," tuturnya.
Presiden Jokowi memberikan batas waktu tiga bulan untuk Tim Teknis mengungkap pelaku penyerangan terhadap.
Jokowi menyatakan penyiraman air keras ke Novel bukan kasus yang mudah. Menurutnya, jika kasus yang menimpa salah satu penyidik senior KPK itu mudah, maka dalam waktu satu sampai dua hari pelaku sudah bisa diungkap. (sas/wis)