"Jangan diartikan setiap rekonsiliasi atau pertemuan akan menghapus oposisi," kata Dedi dalam diskusi bertema Rekonsiliasi dan Alokasi Kabinet di kantor DPP KNPI, Jakarta, Kamis (25/7).
Dedi lebih lanjut menjelaskan oposisi juga bukan berarti selalu menjadi musuh. Namun keberadaan oposisi justru diperlukan untuk meningkatkan kinerja pemerintah. Dengan begitu oposisi akan menjadi pengawas yang bisa membantu memperbaiki kinerja pemerintah menjadi lebih efektif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dedi menceritakan pengalamannya saat ia menjabat sebagai Bupati Purwakarta. Menurutnya saat itu pihaknya hanya sibuk membentuk rekonsiliasi. Akibatnya, banyak pekerjaan yang dilakukan secara tidak efektif.
Sebelumnya di acara yang sama, Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria mengatakan pihaknya sudah banyak mendengar ajakan, terutama dari masyarakat, untuk tetap menjadi oposisi. Namun menurutnya hal ini bukan berarti Gerindra akan selalu berseberangan dalam setiap program pemerintah.
"Program-program dari Prabowo ini bisa disinergikan dengan program Pak Jokowi. Bersinergi ini bukan berarti bagi-bagi kursi, melainkan penyatuan visi dan misi, itu yang namanya rekonsiliasi bersama-sama membangun bangsa," jelas dia.
[Gambas:Video CNN] (ani/osc)