Tepis Mardani, Gerindra Sebut Manuver Prabowo Demi Ulama

CNN Indonesia | Minggu, 28/07/2019 07:47 WIB
Tepis Mardani, Gerindra Sebut Manuver Prabowo Demi Ulama Politikus Partai Gerindra Andre Rosiade mempertanyakan peran Mardani dalam upaya pembebasan ulama. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Politikus Partai Gerindra Andre Rosiade mengatakan pertemuan yang dilakukan oleh ketua umumnya, Prabowo Subianto, dengan Ketua Umum PDI-Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Presiden Joko Widodo dilakukan demi merukunkan bangsa dan membebaskan para ulama, bukan untuk membohongi publik.

Hal ini dikatakan untuk menanggapi pernyataan Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera yang menyebut pertemuan Prabowo dengan Mega dan Jokowi dibumbui dengan berbagai simbol yang terkesan membohongi publik.

"Pertemuan yang dilakukan Pak Prabowo itu untuk mengguyubkan bangsa, bukan membohongi publik seperti yang dikatakan Pak Mardani," kata Andre melalui telepon, Sabtu (27/7).

Selain itu, Andre juga menyebut tujuan pertemuan itu adalah perjuangan untuk membebaskan tahanan politik dan alim ulama yang terkena kasus pidana.

"Pak Prabowo melakukan pertemuan itu ada tujuannya. Yang tidak diketahui Pak Mardani adalah Pak Prabowo berjuang membebaskan alim ulama," kata Andre.

Andre kemudian mempertanyakan peran Mardani pasca-Pemilu 2019 yang dinilainya tak pernah memberikan kontribusi apapun kepada Prabowo, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, serta para alim ulama.

"Beri saya satu saja contoh Pak Mardani, pernah tidak jadi penjamin [ulama]? Selama ini yang yang selalu jadi penjamin adalah Pak Prabowo dan Gerindra," kata dia.

"Saya rasa tak pernah itu Pak Mardani berikan jaminan untuk umat yang suaranya dia nikmati sekarang," imbuh Andre.

Sepanjang Juli, Prabowo bertemu dengan Megawati Soekarnoputri di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Sebelumnya, Prabowo juga telah bertemu presiden terpilih Jokowi sembari menjajal kereta Moda Raya Terpadu (MRT).

"Di demokrasi biasa saja yang begini, monggo jalan. Pertemuan itu menjadi kurang penting, pertemuan tanpa ada kejelasan sikap, buat saya itu pembohongan publik. Yang penting kami oposisi," kata Mardani di Jakarta Pusat, Sabtu (27/7).

[Gambas:Video CNN]


(tst/arh)