Kepala Subbidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Barat PVMBG Nia Haerani mengatakan kondisi gunung pada Minggu (28/7) menunjukkan gejala penurunan, baik dari hasil pengamatan visual maupun pada kegempaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, lanjutnya, penurunan juga teramati dari sisi kegempaan.
PVMBG mengimbau agar masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari Kawah Ratu. Namun demikian, lanjut Nia, rekomendasi itu hanya bersifat sementara.
"Dalam dua hari ke depan, kami akan terus melakukan evaluasi untuk meninjau kembali perlu atau tidaknya terhadap perubahan rekomendasi ini," katanya.
Meski aktivitas Gunung Tangkuban Parahu sudah menurun, menurut Nia, masih terekam kegempaan tremor. Artinya, kondisi tersebut masih belum stabil seperti kondisi semula sebelum terjadinya erupsi.
Gunung Tangkuban Parahu sendiri memiliki karakteristik erupsi freatik. Erupsi ini terjadi karena adanya panas di bawah permukaan yang berinteraksi dengan uap air.
"Jenis erupsi freatik memiliki gejala yang tidak jelas. Karena itu selalu di Gunung Tangkuban Parahu ini kita waspada terhadap potensi erupsi freatik dan hujan abu di sekitar kawah tanpa gejala vulkanik yang tidak jelas dan tiba-tiba," kata Nia mengakhiri.
[Gambas:Video CNN] (hyg/arh)