Penduduk yang mengungsi tersebut katanya berasal dari delapan distrik atau kecamatan, Mapenduma, Kagayam, Mugi, Mom, Yall, Jirkuri, Yigi, dan Mbua. Rata-rata warga Nduga itu mengungsi ke Lanny Jaya, Jayawijaya, Mimika hingga ke Asmat dan Jayapura.
"Jadi, kurang lebih itu setengah dari jumlah penduduk Nduga telah mengungsi ke kabupaten sekitar atau 45 ribu lebih. Jumlah penduduk Nduga itu kurang lebih 106 ribu jiwa," kata Otomis Gwijangge yang juga Kadis Kominfo Kabupaten Nduga seperti dikutip dari Antara, Rabu (31/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, jumlah tersebut dibantah oleh pemerintah. Mereka melalui Kementerian Sosial menyatakan jumlah pengungsi Nduga yang meninggal berjumlah 53 orang selama periode Desember 2018 hingga Juli 2019. Mereka menyatakan pengungsi meninggal dengan berbagai sebab, seperti usia dan sakit.
Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat mengatakan mereka yang meninggal, 23 di antaranya anak-anak.
"Data pemkab dan Kemenkes itu sudah divalidasi, 53 orang meninggal diantaranya 23 anak-anak tapi karena sakit, usia dan berbagai faktor lainnya.Tidak benar berita lebih dari 130 orang meninggal dalam pengungsian," kata Harry seperti dikutip dari Antara, Selasa (30/7).
[Gambas:Video CNN] (antara/agt)