Tim Teknis Novel Kerja 3 Bulan Lebih Lama dari Target Jokowi

CNN Indonesia | Rabu, 31/07/2019 14:28 WIB
Polri mengesahkan pembentukan Tim Teknis kasus Novel Baswedan dengan masa kerja enam bulan, atau tiga bulan lebih lama dari tenggat yang diberikan Jokowi. Karopenmas Polri Brigjen dedi Prasetyo. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian telah menandatangani surat perintah pembentukan Tim Teknis terkait kasus teror penyerangan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Tito memberikan waktu Tim Teknis untuk mengungkap kasus penyerangan yang dialami Novel itu selama enam bulan atau tiga bulan lebih lama dari waktu yang diminta Presiden Joko Widodo.

"Sprin (Surat Perintah) tim ini enam bulan. Kemarin ada perintah tiga bulan dari Presiden," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan pada Rabu (31/7).


Dia menjelaskan Tim Teknis akan mulai bekerja pada Kamis (1/8) dengan fokus utama melakukan analisa Tempat Kejadian Perkara (TKP), sesuai dengan teori pembuktian sebuah peristiwa pidana.

Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu berkata olah TKP yang baik dengan didukung peralatan dan proses ilmiah akan meningkatkan kemungkinan pengungkapan sebuah kasus menjadi antara 60 hingga 70 persen.

Bukannya mengungkap pelaku, tim pakar menyebut kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan terkait dengan penyalahgunaan kewenangan dalam penanganan kasus di KPK.Bukannya mengungkap pelaku, tim pakar menyebut kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan terkait dengan penyalahgunaan kewenangan dalam penanganan kasus di KPK. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
"TKP merupakan titik tolak awal tim tersebut," ujar dia.

Selain itu, lanjut Dedy, juga akan kembali mendalami puluhan kamera tersembunyi atau CCTV yang berada di sekitar TKP.

Dedy pun menyampaikan Tim Teknis nantinya akan mendalami serta menganalisa sketsa wajah terduga pelaku yang telah ada untuk mempertajam arah penyidikan.

Dalam proses pendalaman dan analisa ini, menurutnya, Tim Teknis akan menggandeng Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Dukcapil Kemendagri) untuk mencocokan identitas terduga pelaku yang telah didapatkan Tim Teknis nantinya.

"Tim ini leading sector-nya Pusinafis (Pusat Indonesia Automatic Fingerprint Identification System), nanti akan bekerja sama dengan Dukcapil (Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri)," ungkapnya.

Pembentukan tim teknis sendiri merupakan rekomendasi dari Tim Pakar yang terdiri dari ahli di luar Polri kepada Tito.

Tim Teknis Novel Kerja 3 Bulan Lebih Lama dari Target JokowiFoto: CNN Indonesia/Fajrian
Sebelumnya, Jokowi mengatakan hasil kerja Tim Pakar kasus penyiraman air keras kepada Novel akan ditindaklanjuti oleh Tim Teknis Polri. Jokowi memberikan batas waktu tiga bulan untuk Tim Teknis mengungkap pelaku penyerangan.

"Kalau Kapolri kemarin sampaikan meminta waktu enam bulan, saya sampaikan tiga bulan tim teknis ini harus bisa menyelesaikan apa yang kemarin disampaikan," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Jumat (19/7).

[Gambas:Video CNN] (mts/arh)